Beritakota.id, Jakarta – KAI Commuter melaporkan lonjakan signifikan jumlah pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) selama masa angkutan Lebaran 2026 total penumpang tercatat mencapai 24,4 juta orang.

Angka tersebut meningkat sekitar 9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, sekaligus melampaui target awal perusahaan yang diproyeksikan sebesar 22,4 juta pengguna.

Direktur Operasi dan Pemasaran KAI Commuter, Heri Siswanto, menyebut capaian ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.

“KAI Commuter telah melayani lebih dari 24 juta pengguna atau meningkat 9 persen dibandingkan tahun 2025. Capaian ini melampaui proyeksi awal yang ditetapkan,” ujarnya kepada awak media, Selasa (21/4/2026).

Peningkatan jumlah penumpang didukung oleh operasional sebanyak 1.297 perjalanan commuter line yang melayani berbagai wilayah, mulai dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Surabaya.

Kinerja operasional yang optimal ini dinilai mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang meningkat, baik untuk perjalanan mudik, silaturahmi, maupun wisata selama libur Lebaran.

KAI Commuter juga mencatat sejumlah rekor harian di beberapa wilayah operasional. Di Merak, jumlah pengguna sempat mencapai 18.230 orang dalam sehari.

Sementara itu, wilayah Bandung mencatat 87.500 penumpang, dan lintas Jogja–Palur melayani hingga 46.600 pengguna.

“Capaian rekor ini merupakan cerminan meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam menggunakan commuter line,” kata Heri.

Di wilayah Jakarta, rata-rata pengguna harian KRL berada di angka 983 ribu orang. Bahkan pada momen tertentu, jumlah penumpang sempat menembus 1,2 juta orang dalam sehari.

Tingginya angka ini menegaskan peran KRL sebagai salah satu moda transportasi utama di kawasan perkotaan, khususnya Jabodetabek.

Secara keseluruhan, KAI Commuter juga mencatat kinerja positif sepanjang triwulan pertama 2026. Total pengguna mencapai 86,8 juta orang atau meningkat 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian ini menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten, sekaligus memperkuat posisi KRL sebagai tulang punggung transportasi massal di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *