Beritakota.id, Jakarta – PT PepsiCo Indonesia Foods and Beverages (PepsiCo Indonesia) meraih penghargaan TOP CSR Awards 2026 sebagai bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang sejalan dengan prinsip Environment, Social, Governance (ESG), strategi bisnis berkelanjutan, serta kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Penghargaan tersebut diberikan atas implementasi berbagai program keberlanjutan melalui pep+ (PepsiCo Positive), strategi bisnis global PepsiCo yang menempatkan keberlanjutan dan nilai kemanusiaan sebagai bagian dari seluruh rantai nilai perusahaan.
Sejak tahap pra-operasional hingga pabrik resmi beroperasi pada 2025, PepsiCo Indonesia telah menjalankan berbagai inisiatif, mulai dari pengembangan masyarakat, pendidikan, pemberdayaan petani, konservasi air, hingga pengelolaan sampah kemasan.
Sepanjang periode 2024–2026, program-program tersebut telah memberikan manfaat kepada lebih dari 4.000 penerima, yang terdiri atas masyarakat sekitar area operasional, pelajar, perempuan, petani kentang, hingga pekerja di sektor pengelolaan sampah.
“Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat praktik bisnis yang bertanggung jawab, berdampak, dan berkelanjutan. Bagi PepsiCo Indonesia, CSR bukan hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi bagian dari cara kami menjalankan operasional bisnis secara bertanggung jawab,” ujar Gabrielle Angriani Johny, Director of Government Affairs, Corporate Communications, and Sustainability PepsiCo Indonesia.
Salah satu program unggulan perusahaan adalah Kebun Komunitas Desa Sukamahi di Kabupaten Bekasi. Program tersebut dikembangkan sebagai pusat pembelajaran pengelolaan pangan berbasis komunitas (community learning center) dengan pendekatan ekonomi sirkular.
Berlokasi di sekitar area operasional perusahaan, kebun komunitas ini menghadirkan berbagai pelatihan, seperti edukasi nutrisi keluarga, budidaya sayuran, budidaya ikan lele, kewirausahaan, literasi keuangan, hingga konsep garden-to-table.
Dalam enam bulan pelaksanaannya, program ini telah menyelenggarakan 11 sesi pelatihan yang diikuti 321 peserta, dengan sekitar 80 persen di antaranya perempuan. Program tersebut juga menghasilkan panen sayuran hidroponik, raised beds, dan ikan lele yang dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat maupun dijual sebagai tambahan sumber pendapatan keluarga.
Gabrielle mengatakan, PepsiCo Indonesia akan melanjutkan pengembangan Kebun Komunitas ke tahap berikutnya, termasuk mengintegrasikannya dengan layanan Posyandu di Desa Sukamahi.
Baca juga: Aqua Pimpin Pasar Air Kemasan Indonesia, Tren Asia Didominasi Brand Lokal
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan stunting, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, memperkuat pemberdayaan perempuan, serta memperkokoh ketahanan pangan keluarga.
“Upaya yang terus kami kembangkan ini merupakan wujud keseriusan kami untuk terus memberdayakan komunitas dan melestarikan lingkungan di sekitar daerah kami beroperasi dengan mengedepankan nilai-nilai keberlanjutan,” katanya.
Selain program kebun komunitas, PepsiCo Indonesia juga menjalankan berbagai inisiatif di bidang pendidikan, lingkungan, dan rantai pasok berkelanjutan.
Di sektor pendidikan, perusahaan melakukan renovasi berbagai fasilitas di SDN 01 Sukamahi, meliputi perpustakaan, ruang UKS, lapangan voli, sarana literasi dan olahraga, serta menyediakan sejumlah unit laptop untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu, pada aspek rantai pasok berkelanjutan, PepsiCo Indonesia mengembangkan program Lay’s Grower Connect, yaitu program pendampingan petani kentang di Jawa Barat, termasuk di Garut, Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat.
Melalui program tersebut, para petani mendapatkan pelatihan mengenai praktik pertanian berkelanjutan dan penggunaan pupuk secara efisien guna meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan.
Dewan Juri TOP CSR Awards 2026 menilai pendekatan keberlanjutan PepsiCo Indonesia mampu menghubungkan program CSR dengan bisnis inti perusahaan sehingga memberikan dampak yang lebih luas.
“Yang ideal adalah bagaimana kegiatan CSR berbasis pada core business dan core competence sehingga memberikan dampak terbesar. Pendekatan perusahaan ini sangat menarik, mulai dari pengembangan kentang dengan konsep Creating Shared Value (CSV) hingga penerapan daur ulang multilayer plastik dari kemasan pascakonsumsi,” ujar anggota Dewan Juri TOP CSR Awards 2026, Thendri Supriatno. (***)

