Beritakota.id, Jakarta –  Perpustakaan Nasional Republik Indonesia kembali memperkuat kerja sama budaya dan literasi internasional bersama Korean Culture Center Indonesia serta Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia melalui penyerahan hibah 150 buku dan majalah berbahasa Korea. Bantuan koleksi tersebut diserahkan di Gedung Layanan Perpusnas, Jakarta, Sabtu (9/5).

Hibah itu akan menambah koleksi “Window of Korea”, ruang baca tematik yang berada di lantai 20 Gedung Layanan Perpusnas. Koleksi baru mencakup beragam tema, mulai dari budaya, sastra, seni, kuliner, pendidikan, hingga buku anak dan remaja.

Baca juga : Berkolaborasi, Perpusnas Perkuat Kapasitas Pustakawan dalam Pemanfaatan AI

Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, mengatakan dukungan Pemerintah Korea Selatan menjadi bagian penting dalam memperluas akses literasi masyarakat terhadap pengetahuan internasional, khususnya mengenai budaya Korea yang semakin diminati di Indonesia.

 

“Belajar tentang Korea tidak cukup hanya dari media sosial, tetapi perlu bacaan yang lebih mendalam. Koleksi baru ini akan menjadi daya tarik bagi mahasiswa, dosen dan masyarakat untuk datang ke Perpusnas,” ujarnya.

 

Menurut Aminudin, keberadaan Window of Korea tidak hanya berfungsi sebagai sudut baca tematik, tetapi juga menjadi medium pertukaran pengetahuan dan budaya antara Indonesia dan Korea Selatan. Perpusnas berharap fasilitas tersebut dapat mendorong masyarakat untuk mengenal budaya asing melalui sumber bacaan yang lebih komprehensif dan kredibel.

 

Kerja sama Perpusnas dengan institusi budaya Korea sendiri telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, berbagai program literasi dan kebudayaan Korea kerap digelar bersama, mulai dari pameran budaya, diskusi literasi, hingga program edukasi bahasa dan sastra Korea. Popularitas budaya Korea atau Korean Wave di Indonesia dinilai turut meningkatkan minat masyarakat terhadap literatur, sejarah, dan tradisi Negeri Ginseng tersebut.

 

Konsul Jenderal Korea Selatan di Jakarta, Kang Won Joon, menegaskan hibah buku tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Korea Selatan dalam memperkuat hubungan budaya dengan Indonesia melalui jalur literasi.

 

“Dengan adanya buku-buku ini, masyarakat Indonesia dapat memperluas pengetahuan tentang Korea dan semakin berminat untuk berkunjung ke Korea pada masa depan. Koleksi ini memberi kesempatan lebih luas bagi pengunjung Perpusnas untuk mengeksplorasi kekayaan tradisi dan budaya Korea,” katanya.

 

Selain penyerahan hibah koleksi, Korean Culture Center Indonesia juga menggelar Lomba Mendongeng Cerita Rakyat Korea dan kegiatan membuat pembatas buku. Acara tersebut mendapat antusiasme tinggi dari peserta maupun orang tua yang hadir.

 

Kompetisi mendongeng dibagi dalam dua kategori, yakni kategori anak usia di bawah 13 tahun dan kategori umum untuk peserta di atas 13 tahun. Para peserta membawakan cerita rakyat Korea dengan beragam gaya kreatif, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya Korea kepada publik melalui pendekatan literasi.

 

Kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan di bidang budaya dan pendidikan terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Selain sektor perpustakaan dan literasi, kedua negara juga aktif menjalin kolaborasi di bidang pendidikan tinggi, industri kreatif, hingga pertukaran kebudayaan. Pemerintah Korea Selatan melalui berbagai lembaga kebudayaannya juga rutin menyalurkan bantuan buku, program edukasi, dan kegiatan budaya di sejumlah institusi pendidikan maupun perpustakaan di Indonesia.

 

Melalui kolaborasi ini, Perpusnas berharap Window of Korea dapat berkembang menjadi ruang pembelajaran lintas budaya yang semakin inklusif dan mampu memperkaya wawasan masyarakat terhadap literatur dunia. Inisiatif tersebut sekaligus mempertegas peran perpustakaan sebagai sarana diplomasi budaya dan penguatan hubungan antarnegara melalui literasi. (Lukman Hqeem)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *