Beritakota.id, Jakarta – Perubahan perilaku konsumen muda, khususnya Generasi Z, yang menuntut layanan cepat, praktis, dan berbasis teknologi, mendorong pelaku industri properti dan pengelola parkir untuk meninjau ulang sistem perparkiran konvensional di kawasan perkotaan.

Di tengah tingginya mobilitas masyarakat urban, layanan parkir kini tidak lagi dipandang sekadar fasilitas penunjang, melainkan bagian dari pengalaman awal (first impression) pengunjung saat mendatangi pusat perbelanjaan, hotel, maupun kawasan perkantoran.

Kesadaran tersebut melatarbelakangi digelarnya forum diskusi bertajuk “Digitalisasi Pengelolaan Parkir di Zaman Gen Z”, yang berlangsung pada Kamis, 22 Januari 2026, di Aphrodite Restaurant and Bar, World Capital Tower, Jakarta Selatan. Forum ini menjadi wadah strategis bagi pelaku industri untuk membahas transformasi layanan parkir menuju sistem yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna digital.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Institut Manajemen Real Estat Indonesia (IMREI), Pollux Hotels Group, dan Secure Parking Indonesia. Penyelenggara menegaskan bahwa diskusi tidak hanya membahas aspek bisnis, tetapi juga pergeseran paradigma menuju konsep smart mobility, seiring meningkatnya ekspektasi Generasi Z terhadap efisiensi dan kenyamanan layanan.

Dalam konteks Gen Z yang tumbuh di era digital, pengalaman berada di sebuah properti disebut telah dimulai sejak pengunjung memasuki area parkir. Sistem parkir yang masih manual, tidak terintegrasi, atau menimbulkan antrean panjang dinilai berpotensi menurunkan tingkat kepuasan pelanggan sekaligus citra properti di mata konsumen muda.

Direktur Pollux Hotels Group, Handojo K. Setiadi, menegaskan bahwa digitalisasi parkir saat ini telah melampaui sekadar penggunaan palang otomatis atau pembayaran nontunai. Integrasi data, keamanan, serta seamless experience menjadi faktor kunci dalam menarik dan mempertahankan minat Generasi Z.

Baca juga: Pollux Hotels Group Luncurkan Proyek Hotel Net-Zero Carbon Pertama di Indonesia

“Digitalisasi parkir bukan lagi hanya soal palang otomatis atau pembayaran nontunai, tetapi bagaimana menghadirkan pengalaman tanpa hambatan yang terintegrasi dengan gaya hidup tech-savvy Gen Z,” ujar Handojo.

Talkshow ini menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai sektor untuk mengulas tantangan dan peluang transformasi digital dalam pengelolaan parkir. Ketua Umum IMREI, Dance Aquarianto, memaparkan perspektif pengelola properti dalam menyesuaikan fasilitas gedung dengan perkembangan teknologi dan ekspektasi pengguna masa kini.

Dari sisi operasional dan teknologi, Managing Director Secure Parking Indonesia, Rachmat Rustam, mengulas inovasi sistem keamanan dan manajemen parkir berbasis digital yang dinilai semakin relevan dengan kebutuhan kawasan komersial modern. Sementara itu, Handojo menyoroti keterkaitan langsung antara kemudahan parkir dengan kepuasan tamu hotel dan pengunjung pusat perbelanjaan.

Pembahasan turut dilengkapi oleh Direksi ETSA Indonesia, Galih Raditya Hardany Nugraha, yang menyoroti strategi bisnis serta aspek keberlanjutan dalam pengelolaan parkir modern.

Selain diskusi, agenda acara juga mencakup penandatanganan dua kontrak pengelolaan parkir di Pollux Mall Paragon dan Pollux Mall Central City. Langkah ini dinilai sebagai penguatan sinergi antar pelaku industri dalam menghadirkan layanan parkir yang adaptif terhadap dinamika pasar.

Diskusi dipandu oleh Jihan Fatin Ariyanti. Penyelenggara berharap forum ini dapat menghasilkan rekomendasi strategis dan peta jalan bagi pengelola gedung dan pengembang properti dalam membangun infrastruktur parkir yang relevan dengan kebutuhan masa depan, khususnya bagi Generasi Z yang kian mendominasi pasar. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *