Beritakota.id, Brebes — Ketakutan sering kali menyebar lebih cepat daripada fakta. Apalagi di era media sosial dan kecerdasan buatan seperti sekarang, sebuah video singkat dapat berubah menjadi kepanikan massal hanya dalam hitungan jam.
Fenomena itu yang belakangan terjadi di Brebes. Isu teror “pocong jadi-jadian” ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial hingga memicu keresahan warga. Namun Polres Brebes memastikan kabar tersebut tidak benar dan sebagian besar konten yang beredar merupakan hoaks serta hasil manipulasi Artificial Intelligence (AI).
Baca juga : Pamor Wicaksono Apresiasi Atlet PTMSI Brebes Usai Cetak Sejarah di Kejurprov 2026
Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah melalui Ps Kasi Humas Iptu Indra Prasetyo menegaskan hingga saat ini tidak ditemukan kejadian serupa di wilayah Kabupaten Brebes.
“Untuk wilayah Brebes sendiri tidak ditemukan kejadian seperti yang ramai di media sosial. Banyak informasi yang ternyata hoaks atau video manipulasi AI,” kata Indra, Selasa (26/5/2026).
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana teknologi AI kini bukan hanya digunakan untuk kebutuhan kreatif dan produktivitas, tetapi juga mulai dimanfaatkan untuk menciptakan ilusi visual yang mampu memengaruhi psikologi publik.
Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat sering kali sulit membedakan mana rekaman nyata dan mana hasil rekayasa teknologi. Ketika konten dikombinasikan dengan narasi mistis yang dekat dengan budaya masyarakat, efek viralnya menjadi jauh lebih kuat.
Polres Brebes pun menerbitkan selebaran bertajuk “Waspada Itu Penting, Tapi Jangan Terpancing Hoaks!” sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi digital.
Polisi meminta warga tidak mudah percaya terhadap unggahan yang belum terverifikasi serta tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.
Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak main hakim sendiri apabila menemukan hal mencurigakan. Warga diminta tetap mengutamakan keselamatan diri dan segera melapor kepada aparat apabila menemukan potensi gangguan keamanan.
Menurut Indra, situasi seperti ini justru menjadi momentum penting untuk memperkuat kepedulian sosial di lingkungan masyarakat. Salah satunya melalui ronda malam dan komunikasi antarwarga yang lebih aktif.
“Kami mengajak warga menjalin komunikasi dan kerja sama antarwarga yang lebih erat. Tingkatkan ronda malam dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.
Fenomena viral “pocong jadi-jadian” ini sekaligus menunjukkan perubahan tantangan keamanan masyarakat di era digital. Ancaman tidak selalu hadir dalam bentuk fisik, tetapi juga dapat muncul melalui manipulasi informasi yang memicu kepanikan sosial.
Di satu sisi, teknologi AI membuka banyak peluang baru. Namun di sisi lain, teknologi yang sama juga dapat digunakan untuk membentuk ketakutan massal, terutama ketika literasi digital masyarakat belum merata.
Karena itu, kemampuan menyaring informasi kini menjadi bagian penting dari keamanan sosial modern. Sebab dalam dunia digital hari ini, ketakutan tidak selalu lahir dari kejadian nyata, tetapi sering kali muncul dari sesuatu yang sengaja dibuat terlihat nyata.
Polres Brebes memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat hingga saat ini tetap aman dan kondusif. Warga diminta segera melapor melalui call center 110 atau kantor polisi terdekat apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas. (Ismail/Lukman Hqeem)

