Beritakota.id, Aceh – Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Darussalam Aceh Tamiang pada Sabtu (21/3/2026).

Kehadiran Presiden dan Menteri PU di Aceh Tamiang tidak hanya untuk menjalankan ibadah, tetapi juga memastikan secara langsung kondisi masyarakat terdampak bencana yang kini telah menempati rumah hunian yang dibangun pemerintah.

Menteri Dody menegaskan bahwa pembangunan hunian pascabencana merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan masyarakat secara menyeluruh, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo.

“Hunian ini bukan sekadar bangunan, tetapi bagian dari pemulihan kehidupan masyarakat. Kami ingin memastikan warga kembali merasa aman, nyaman, dan bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik,” ujar Dody.

Kementerian PU mencatat sebanyak 1.056 unit rumah hunian telah dibangun di Provinsi Aceh. Pembangunan tersebut tersebar di beberapa wilayah, antara lain Kabupaten Aceh Tamiang (240 unit), Kabupaten Bener Meriah (228 unit), Kabupaten Aceh Utara (360 unit), Kabupaten Pidie Jaya (168 unit), serta Kota Subulussalam (60 unit).

Warga setempat, Reno, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan pemerintah. Ia menyebut kehadiran Presiden dan Menteri PU menjadi bukti nyata perhatian negara terhadap masyarakat terdampak.

“Kami merasa diperhatikan. Kehadiran Bapak Presiden dan Menteri PU memberi semangat baru bagi kami,” ungkapnya.

Baca juga: Salat Id di Huntara Aceh, Presiden Prabowo Subianto Rayakan Lebaran Bersama Korban Bencana

Reno juga menambahkan bahwa rumah hunian yang dibangun saat ini sudah layak dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga, termasuk dalam merayakan Idulfitri tahun ini.

Hal serupa disampaikan Hengky, warga lainnya, yang menilai kunjungan tersebut bukan sekadar simbolis, tetapi bentuk kepedulian pemerintah dalam melihat langsung kondisi masyarakat.

“Mereka hadir bukan hanya untuk Salat Id, tetapi juga ingin memastikan kondisi kami benar-benar membaik,” ujarnya.

Dalam pembangunan hunian, Kementerian PU menggunakan teknologi konstruksi modular dengan sistem Modular Lite (MOLI). Metode ini memungkinkan pembangunan dilakukan lebih cepat tanpa alat berat, sehingga efektif diterapkan di wilayah dengan akses terbatas.

Selain efisien, teknologi MOLI juga mampu mengurangi limbah konstruksi serta menghasilkan bangunan yang tahan gempa dan berkelanjutan. Hunian tersebut dirancang agar dapat dipasang dan dibongkar dengan minim dampak lingkungan.

Melalui pendekatan ini, pemerintah optimistis hunian pascabencana yang dibangun tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi juga solusi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *