Beritakota.id, Bogor – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan penting dengan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Ivan Yustiavandana serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Hambalang, Bogor, Minggu (3/5/2026).

Pertemuan tersebut menjadi sorotan karena dinilai sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperketat pengawasan transaksi keuangan negara di tengah tuntutan transparansi publik yang semakin tinggi.

Informasi ini disampaikan melalui akun resmi Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), yang menyebut pertemuan berlangsung sejak siang hingga malam hari. Agenda tersebut merupakan bagian dari evaluasi rutin bulanan bersama PPATK.

Dalam diskusi itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya tata kelola keuangan negara yang akuntabel dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa setiap rupiah yang bersumber dari uang rakyat harus digunakan secara tepat sasaran.

Baca Juga: Rp204 Miliar Raib dalam 17 Menit di Bank BNI: IAW Soroti Kelalaian OJK, BI, PPATK, dan Polisi

“Pengelolaan anggaran harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan dieksekusi tepat waktu agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” demikian penegasan yang disampaikan melalui keterangan Sekretariat Kabinet.

Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam membangun sistem keuangan negara yang bersih serta bebas dari praktik korupsi. Penguatan fungsi pengawasan oleh PPATK dinilai menjadi kunci dalam mencegah potensi penyimpangan dana publik.

Pertemuan di Hambalang juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjaga integritas fiskal serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *