Beritakota.id, Jakarta – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menjawab tantangan literasi digital di kalangan pelajar terus digencarkan. Salah satunya melalui peluncuran Rumah Belajar Digital & Kebudayaan “Hamonangan Kita Semua” yang akan segera resmi beroperasi di Jakarta Selatan.
Mengusung konsep hybrid learning, lembaga bimbingan belajar ini memadukan sistem pembelajaran digital dan tatap muka dengan komposisi seimbang, yakni 50% online dan 50% offline. Program ini ditujukan bagi siswa mulai dari kelas 4 SD hingga SMA, guna menciptakan pengalaman belajar yang fleksibel, adaptif, dan tetap terukur.
Pendiri Rumah Belajar, Hudson Sinaga, menjelaskan bahwa “Hamonangan Kita Semua” memiliki filosofi kuat sebagai simbol kemenangan kecerdasan kolektif. Program ini dirancang untuk membangun budaya belajar sepanjang hayat dengan sistem pemantauan yang terintegrasi.
“Kami ingin siswa dapat belajar secara fleksibel, namun tetap terpantau perkembangan akademiknya secara terukur,” ujarnya, Rabu (15/4).
Program ini mendapat dukungan dari August Hamonangan, anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, serta melibatkan tenaga pengajar dari Yayasan Hati Kita Serupa yang akan mendampingi siswa secara langsung dalam proses pembelajaran.
Dalam implementasinya, peserta akan mengikuti sesi tatap muka satu kali dalam seminggu selama 120 menit. Selain itu, siswa juga mendapatkan akses penuh ke Learning Management System (LMS) yang menyediakan video pembelajaran, kuis interaktif melalui platform Quizizz, tugas digital, hingga rekaman kelas yang dapat diakses kapan saja.
Untuk mendukung evaluasi belajar, program ini menyediakan sertifikat bulanan serta try out berbasis Computer Based Test (CBT) guna membantu siswa dalam mempersiapkan ujian sekolah.
Baca juga: Rumah Belajar YAICI Masuk Nominasi Finalis Grassroots Innovation
Menariknya, orang tua dapat memantau perkembangan belajar anak secara real-time melalui sistem digital, tanpa harus menunggu laporan akademik setiap semester.
Pada tahap awal, kelas yang dibuka berfokus pada Literasi Digital & Kebudayaan. Materi mencakup kemampuan menggunakan internet secara bijak dan aman, mengenali hoaks, menjaga keamanan data pribadi, hingga keterampilan praktis seperti membuat presentasi menggunakan Canva.
Dengan sistem jemput bola di wilayah Pasar Minggu dan Tebet, program ini menargetkan 150 siswa dalam tiga bulan pertama. Fasilitas yang disediakan meliputi ruang belajar berbasis RPTRA, Smart TV, perangkat tablet, serta koneksi internet berkecepatan tinggi.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan akses pendidikan, seluruh program pada periode pendaftaran April 2026 ditawarkan secara gratis, termasuk akses LMS, modul digital, dan try out.
Kehadiran Rumah Belajar Digital “Hamonangan Kita Semua” diharapkan mampu mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi di Indonesia, sekaligus memperkuat pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap era digital.
Hudson menegaskan pihaknya terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dinas pendidikan dan kebudayaan, dalam rangka memperluas dampak program.
Kelas perdana dijadwalkan mulai Mei 2026, diawali dengan acara peluncuran serta sesi kelas gratis bagi siswa dan orang tua untuk merasakan langsung metode pembelajaran hybrid yang ditawarkan. (***)

