Beritakota.id, Jakarta – Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) sukses menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdananya di Jakarta. Forum strategis ini menjadi momentum penting untuk merapatkan barisan, memperkuat kolaborasi antar pelaku industri, serta merumuskan arah kebijakan yang akan mendorong pertumbuhan industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) agar lebih sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan di kancah nasional maupun internasional.

Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah. “Dalam satu setengah bulan berdiri, Amdatara telah menjalin dialog konstruktif dengan berbagai pemangku kepentingan strategis seperti Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, dan BPOM. Alhamdulillah, kami mendapat dukungan penuh dari Pemerintah selaku mitra strategis kami,” ujar Karyanto di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Ia menambahkan, penguatan jaringan Dewan Pengurus Daerah (DPD) juga menjadi prioritas untuk memberikan layanan optimal kepada anggota, khususnya dalam menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah, mengingat mayoritas perusahaan AMDK beroperasi di berbagai wilayah di Indonesia.

Baca juga: Asosiasi AMDK Amdatara Minta Waktu Adaptasi Larangan Truk Sumbu 3 Jabar

 Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) telah menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama
Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) telah menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama (Foto:Beritakota.id/Khairul Anwar)

Dengan tema “Rapatkan Barisan, Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Daya Saing”, Rakernas perdana ini membahas berbagai isu krusial industri AMDK, meliputi regulasi, standar mutu, keamanan pangan, hingga aspek keberlanjutan.

Tujuannya adalah untuk memastikan industri AMDK terus memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta mendorong terciptanya asosiasi yang inklusif, kolaboratif, dan berintegritas. Langkah-langkah strategis yang dirumuskan diharapkan mampu meningkatkan kualitas, inovasi, keramahan lingkungan, serta kepatuhan regulasi dalam industri AMDK nasional.

Baca juga: Pakar: Industri AMDK Pasti Lakukan Konservasi Sekaligus Jaga Masyarakat Tak Kekeringan

Industri AMDK sendiri merupakan salah satu sektor paling dinamis dalam industri makanan dan minuman, dengan pertumbuhan konsisten di kisaran 5-8 persen per tahun. Sektor ini memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, dengan kapasitas produksi mencapai 47 miliar liter per tahun, melibatkan lebih dari 700 perusahaan, dan menyerap sekitar 46 ribu tenaga kerja langsung.

“AMDATARA, yang kini menaungi lebih dari 80 perusahaan dengan lebih dari 150 merek AMDK, menegaskan posisinya sebagai wadah bagi pelaku industri untuk membangun ekosistem usaha yang profesional, inklusif, dan bertanggung jawab demi kualitas hidup masyarakat dan penguatan struktur ekonomi nasional,” tukas Karyanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *