Beritakota.id, Brebes – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes menggelar lomba adzan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk menyemarakkan Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan pembinaan keagamaan ini dimulai sejak 2 Maret 2026 dan mencapai babak final pada Jumat, (6/3/ 2026).

Lomba tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan nilai spiritual, meningkatkan kualitas ibadah, sekaligus memberi ruang bagi warga binaan menyalurkan bakat mereka.

Setiap lantunan adzan yang menggema dari masjid lapas tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Bagi para peserta, kegiatan itu juga menjadi simbol harapan dan proses memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Lapas Brebes, Gowim Mahali, mengatakan kegiatan keagamaan di bulan Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan mental dan spiritual warga binaan.

“Melalui lomba adzan ini kami ingin memberikan ruang bagi warga binaan untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus menumbuhkan semangat memperbaiki diri,” kata Gowim.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menanamkan nilai kedisiplinan, kepercayaan diri, dan kebersamaan di antara warga binaan.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja Lapas Brebes, Ibnu Sina Nurisqiawan, yang menjadi dewan juri dalam lomba itu mengatakan penilaian tidak hanya didasarkan pada keindahan suara peserta. Aspek ketepatan tajwid, makhraj huruf, dan penghayatan dalam melantunkan adzan juga menjadi pertimbangan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membina warga binaan agar semakin memahami nilai ibadah dan mampu melaksanakannya dengan baik,” ujar Ibnu Sina.

Selama beberapa hari pelaksanaan, lomba berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Suasana kompetisi di dalam lapas berlangsung meriah namun tetap khidmat.

Salah satu peserta yang berhasil melaju ke babak final, OS, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan lomba adzan membuat para warga binaan semakin semangat beribadah.

“Kegiatan ini membuat kami lebih semangat beribadah dan belajar memperbaiki bacaan adzan. Semoga apa yang kami pelajari di sini bisa menjadi bekal untuk kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Melalui kegiatan pembinaan berbasis keagamaan ini, Lapas Brebes berupaya membina warga binaan secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari aspek kedisiplinan tetapi juga pembentukan karakter dan spiritualitas. Lantunan adzan yang menggema dari balik tembok lapas diharapkan menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *