Beritakota.id, Jakarta – Kementerian Kebudayaan akan memamerkan ribuan surat yang ditujukan kepada Raden Ajeng Kartini di Museum R.A. Kartini. Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini 2026.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda dalam kompetisi menulis surat untuk pahlawan yang digelar pada akhir 2025.

“Kami menghimpun lebih dari 34 ribu surat dari pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, lebih dari 7 ribu surat secara khusus ditujukan kepada R.A. Kartini,” ujar Fadli Zon, kepada awak media, Selasa (21/4/2026). Pameran ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga sarana edukasi untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai perjuangan Kartini, khususnya dalam memperjuangkan emansipasi perempuan.

Menurut Fadli Zon, semangat Kartini perlu terus dihidupkan melalui berbagai ekspresi budaya agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

“Yang kita rayakan adalah nilai-nilai semangat dan ekspresi budaya,” katanya.

Secara terpisah, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga menggelar pameran seni perempuan bertajuk Indonesian Woman Artist #4: On The Map di Galeri Nasional Indonesia dalam rangka menyambut Hari Kartini 2026.

Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, menegaskan pentingnya kebijakan afirmatif untuk membuka ruang berkarya bagi perempuan.

“Kalau tidak ada afirmatif action, perempuan tidak akan pernah punya ruang dalam berkarya,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran Cemara 6 Galeri yang konsisten mendukung pameran seniman perempuan.

Veronica Tan menilai negara memiliki peran strategis dalam menyediakan platform bagi seniman, termasuk melalui fasilitas galeri sebagai ruang pamer sekaligus sarana promosi karya.

Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat identitas karya perempuan sekaligus mendorong kemajuan ekosistem seni di Indonesia.

Lanutnya, pameran surat untuk Kartini dan berbagai kegiatan seni yang digelar pemerintah menjadi upaya konkret untuk menjaga relevansi nilai perjuangan Kartini di era modern.

Melalui pendekatan budaya dan partisipasi generasi muda, semangat kesetaraan dan pemberdayaan perempuan diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *