Beritakota.id, Brebes – Dua ruang kelas di SD Negeri Kubangsari 03, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, ambruk sejak beberapa tahun terakhir dan belum diperbaiki. Akibatnya, puluhan siswa terpaksa belajar bergiliran hingga sore hari.

Kerusakan paling parah terjadi pada ruang kelas 5 dan 6. Kondisi bangunan sudah lapuk, mulai dari dinding yang mengelupas hingga kerangka atap yang keropos.

Sejumlah genteng dan plafon juga ambrol dan berserakan di lantai, sehingga ruangan dinilai membahayakan untuk kegiatan belajar.

Dengan kondisi tersebut, pihak sekolah tidak bisa menggunakan tiga ruang kelas yang rusak. Siswa pun dialihkan ke tiga ruang kelas lain yang masih layak, bahkan ruang kepala sekolah disulap menjadi ruang belajar untuk menampung kegiatan belajar mengajar.

Guru SD Negeri Kubangsari 03, Sri Asih, mengatakan sistem belajar terpaksa dibagi dalam dua sesi. Siswa kelas 1 hingga 3 masuk pagi mulai pukul 07.00 dan pulang pukul 10.00 WIB.  Sementara kelas 4 hingga 6 belajar hingga pukul 15.00 WIB.

“Yang rusak parah ada dua kelas, satu lagi rusak tidak terlalu parah tapi tidak bisa dipakai semua. Kelas yang dikosongkan itu kelas 5 dan 6 mulai tahun ajaran baru kemarin. Untuk ruang kantor kepala sekolah akhirnya dipakai untuk kelas enam,” kata Sri Asih saat ditemui di lokasi, Rabu (22/4/2026).

Menurut dia, pihak sekolah telah mengajukan perbaikan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Brebes pada Februari 2026. Dinas juga sudah meninjau lokasi dan kini tinggal menunggu realisasi.

“Pengajuan bulan Februari kemarin, dari dinas juga sudah ke sini dan tinggal menunggu realisasi. Kerusakan makin parah saat musim hujan karena kondisinya memang sudah lapuk,” ujarnya.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dindikpora Brebes, Aditya Perdana, mengatakan sekolah tersebut telah masuk dalam daftar usulan perbaikan. Namun pelaksanaannya menunggu ketersediaan anggaran dari pemerintah pusat.

“Kalau usulan sudah masuk. Nanti turunnya bertahap sesuai kemampuan anggaran dari kementerian, mudah-mudahan tahun ini,” kata Aditya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *