Beritakota.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (27/7/2026), menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI). Di tengah sentimen tersebut, BI menegaskan seluruh operasional dan fungsi bank sentral tetap berjalan normal.
Berdasarkan data Bloomberg di pasar spot, rupiah dibuka di level Rp17.969 per dolar AS, melemah enam poin atau 0,03 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (24/7/2026) yang berada di posisi Rp17.963 per dolar AS.
Bank Indonesia memastikan pengunduran diri Perry Warjiyo tidak memengaruhi pelaksanaan tugas kelembagaan maupun stabilitas pasar keuangan. Seluruh fungsi bank sentral, mulai dari menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sistem pembayaran, hingga stabilitas sistem keuangan, tetap dijalankan secara optimal.
Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI
BI juga memastikan koordinasi kebijakan moneter tetap berlangsung sesuai ketentuan. Untuk sementara, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti ditunjuk sebagai pejabat gubernur sementara berdasarkan mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.
Di pasar global, dolar AS justru bergerak melemah terhadap sejumlah mata uang utama. Mengutip data CNBC International, pelemahan dipicu meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat menghentikan serangan terhadap Iran pada akhir pekan.
Kondisi tersebut mendorong optimisme pelaku pasar sekaligus menekan harga minyak dunia. Indeks dolar AS tercatat turun 0,25 persen ke level 101,23 pada awal perdagangan Asia.
Sementara itu, yen Jepang menguat 0,2 persen menjadi 163,585 per dolar AS. Euro juga naik 0,2 persen ke level US$1,1397, sedangkan poundsterling Inggris menguat 0,2 persen menjadi US$1,3353.
Pelaku pasar kini menantikan arah kebijakan sejumlah bank sentral utama dunia, terutama hasil rapat Federal Reserve (The Fed), yang diperkirakan akan menjadi sentimen penting bagi pergerakan mata uang global, termasuk rupiah.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo pada Minggu (26/7/2026). Pemerintah memastikan proses pergantian pimpinan Bank Indonesia akan dilaksanakan sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

