Beritakota.id, Jakarta – San Remo resmi menggelar Grand Final Weyoco Junior Chef Indonesia Season 5 pada Sabtu (22/11) lalu di La Piazza Gandaria City, Jakarta. Sebanyak 50 finalis terbaik dari berbagai kota di Indonesia tampil memamerkan kreativitas kuliner mereka dalam kompetisi memasak pasta di hadapan jajaran juri profesional.
Ajang ini menjadi puncak rangkaian audisi di enam kota besar serta audisi online yang melibatkan lebih dari 600 peserta anak usia 10–15 tahun. Di tengah tren at-home cooking yang semakin meningkat, di mana 64% konsumen Indonesia kini lebih memilih aktivitas di rumah dan pasar convenience food diproyeksikan tumbuh 7,9% pada 2026 kompetisi ini dihadirkan sebagai platform edukatif untuk memperkenalkan pentingnya memilih bahan pangan berkualitas bagi gizi seimbang anak sejak dini.
Baca juga : Chef Juna Rorimpandey Serahkan Tongkat Estafet Antarasa kepada Chef Arcad Fadillah!
Grand Final tahun ini menghadirkan rangkaian program edukatif, mulai dari talkshow bertema “Pentingnya Gizi Anak & Pasta sebagai Makanan Seimbang” bersama nutritionist Alenna dan Vibie, Founder Smartmums. Para pembicara membahas cara melibatkan anak dalam kegiatan memasak sebagai media pembelajaran gizi seimbang, termasuk pentingnya memilih karbohidrat kompleks dan protein sebagai sumber energi dan pertumbuhan.
Chef Vindex Tengker dari Asosiasi Chef Profesional turut memberikan cooking demonstration menu pasta praktis yang mudah diterapkan oleh keluarga Indonesia.
Dalam babak kompetisi, para finalis dinilai langsung oleh empat juri profesional Chef Vindex Tengker (Vice President Asosiasi Chef Profesional), Bukhori (MasterChef Indonesia Season 5) Cynthia (@janelleandmom) dan Machel (MasterChef Indonesia Season 9).
Penilaian meliputi kreativitas, rasa, presentasi, serta kemampuan storytelling, di mana peserta menjelaskan filosofi dan nilai nutrisi dari hidangan yang mereka sajikan.
“Antusiasme anak-anak hari ini mengingatkan kita bahwa dapur bisa menjadi ruang kelas paling menyenangkan,” ujar Bruno Scheidt, Export Manager San Remo. “Ketika mereka belajar memilih bahan berkualitas dan memahami nilai gizi setiap bahan, mereka sedang membangun fondasi pola makan sehat hingga dewasa.”
Selain kompetisi memasak, acara juga diramaikan dengan pertunjukan sulap, pantomim, hingga penampilan live music, yang menjadikan pengalaman ini berarti bagi anak dan orang tua.
“Mereka tidak hanya berkompetisi, tetapi juga saling mendukung dan belajar satu sama lain. Ini membuktikan bahwa program seperti ini sangat dibutuhkan,” tambah Bruno.
Setelah melalui penjurian ketat, tiga peserta terbaik berhasil meraih gelar juara:
1. Kayna Renee Lynn – Bogor (Juara 1)
2. Ariele Ridinda Kirei – Depok (Juara 2)
3. Talenia – Kebayoran (Juara 3)
Para pemenang mendapatkan sertifikat, uang tunai, serta peralatan masak premium. Namun lebih dari hadiah, pengalaman ini dinilai memberikan bekal keterampilan hidup dan pemahaman gizi bagi masa depan mereka.
“Dengan bimbingan yang tepat dan akses ke bahan berkualitas, anak-anak Indonesia mampu menciptakan karya kuliner luar biasa,” tutup Bruno. “San Remo akan terus berkomitmen mendukung program edukatif untuk membangun generasi yang sehat, kreatif, dan sadar nutrisi sejak dini.” (Herman Effendi / Lukman Hqeem)

