Beritakota.id, Seoul – Musisi sekaligus produser asal Korea Selatan SHAUN resmi membuka babak baru dalam perjalanan kariernya lewat perilisan EP terbaru bertajuk LAST PAGE. Dirilis pada 30 April 2026, proyek ini menjadi titik transformasi penting bagi SHAUN yang selama ini dikenal lewat warna electronic-pop dan mega hit global Way Back Home.

Jika publik mengenalnya melalui atmosfer tropical house yang melankolis dan easy listening, maka dalam LAST PAGE, SHAUN justru bergerak ke arah yang lebih organik, emosional, dan penuh distorsi gitar khas musik rock alternatif. EP ini menjadi semacam perjalanan pulang bagi SHAUN menuju akar musikalnya sebagai personel band indie rock Korea The Koxx sebelum akhirnya dikenal luas sebagai solois dan produser elektronik.

Baca juga : Ketegangan Penggemar K-Pop di Malaysia Melebar, Asia Tenggara vs Korea Selatan

Transformasi tersebut terasa kuat sejak lagu pembuka hingga track utama Out of Control. Aransemen full band dengan lapisan gitar elektrik, drum live, dan dinamika vokal yang lebih ekspresif membuat proyek ini terdengar jauh lebih matang dibanding karya-karya sebelumnya. SHAUN tidak lagi hanya bermain dalam ruang elektronik atmosferik, tetapi mulai mengeksplorasi sisi emosional yang lebih mentah dan personal.

EP LAST PAGE berisi lima lagu, yakni LAST PAGE, Out of Control, Pixels, Night Walk, dan Diary. Ketiganya sebelumnya telah dirilis secara bertahap sebagai bagian dari trilogi pre-release yang sukses membangun rasa penasaran penggemar selama beberapa bulan terakhir.

Pixels hadir dengan energi band yang intens dan eksplosif, sementara Night Walk menawarkan nuansa dreamy yang lebih reflektif dan melankolis. Di sisi lain, Diary menjadi salah satu lagu paling personal yang memperlihatkan sisi rapuh SHAUN sebagai penulis lagu. Keseluruhan trek tersebut kini tersusun menjadi narasi utuh tentang perubahan, memori, dan proses pendewasaan musikal seorang SHAUN.

Perubahan arah musik ini sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya mengejutkan. Sebelum populer secara global, SHAUN dikenal sebagai keyboardist dan backing vocalist dari The Koxx, grup indie rock yang cukup berpengaruh di skena musik alternatif Korea Selatan sejak 2010. Pengalaman itulah yang kini kembali terasa dominan dalam identitas musik terbarunya.

Nama SHAUN sendiri mulai mendunia setelah perilisan Way Back Home pada 2018. Lagu tersebut berkembang menjadi fenomena global melalui media sosial, klub malam, hingga platform streaming digital. Versi remix bersama Sam Feldt dan Conor Maynard semakin memperluas popularitasnya di pasar internasional. Hingga kini, lagu tersebut telah mengumpulkan miliaran streaming dan menjadi salah satu lagu Korea paling populer di era digital.

Meski sempat diterpa kontroversi tuduhan manipulasi chart di Korea Selatan saat popularitas Way Back Home melonjak drastis, investigasi pemerintah Korea akhirnya tidak menemukan bukti pelanggaran. SHAUN justru berkembang menjadi salah satu produser dan singer-songwriter Korea yang paling konsisten membangun identitas musik independennya.

Dalam beberapa wawancara terbaru menjelang perilisan LAST PAGE, SHAUN mengaku kini lebih tertarik menciptakan musik yang benar-benar merepresentasikan dirinya dibanding mengejar angka streaming atau tren pasar. Pendekatan itu terasa jelas dalam EP ini yang terdengar lebih intim dan jujur secara emosional.

Sebagai self-producing artist, SHAUN kini mengambil kendali penuh atas proses kreatifnya—mulai dari penulisan lagu, produksi, hingga arah visual dan konsep pertunjukan. Pendekatan independen ini memberinya ruang lebih luas untuk mengeksplorasi identitas musikal tanpa batasan industri mainstream.

Tidak hanya merilis EP baru, SHAUN juga tengah menjalankan tur Asia bertajuk LAST PAGE ASIA TOUR yang menyambangi sejumlah kota besar seperti Tokyo, Taipei, dan Seoul. Dalam rangkaian tur tersebut, SHAUN tampil dengan format full band live, meninggalkan sementara setup DJ elektronik yang selama ini melekat pada dirinya.

Konser solo SHAUN di Sinchon Wonderloc Hall, Seoul, pada 10 Mei mendatang dipastikan akan menjadi salah satu panggung penting untuk memperkenalkan warna baru musiknya secara langsung kepada para penggemar. Dengan format live band yang lebih intim dan emosional, pertunjukan tersebut diprediksi akan memperlihatkan sisi SHAUN yang belum banyak dikenal publik selama ini.

Melalui LAST PAGE, SHAUN tampaknya tidak sekadar merilis mini album baru. Ia sedang menulis ulang identitas artistiknya—lebih personal, lebih berani, dan jauh lebih hidup. (Lukman Hqeem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *