Beritakota.id, Jakarta – Bulan Ramadan sering kali menjadi momen ketika peran seorang ibu dalam keluarga semakin terasa. Tidak hanya mengatur menu sahur dan berbuka, banyak ibu juga berperan sebagai “menteri keuangan” rumah tangga—mengelola berbagai kebutuhan keluarga mulai dari belanja dapur, menyiapkan uang baru untuk Lebaran, hingga memastikan kebutuhan anak tetap terpenuhi.

Di sisi lain, Ramadan juga identik dengan meningkatnya pengeluaran. Harga bahan pokok yang cenderung naik, kebutuhan berbuka puasa, hingga persiapan Idulfitri dapat membuat anggaran keluarga lebih cepat terkuras jika tidak direncanakan dengan baik.

Karena itu, Ramadan justru menjadi waktu yang tepat bagi keluarga untuk kembali menata strategi keuangan agar kondisi finansial tetap stabil, bahkan setelah perayaan Lebaran usai.

Menurut studi Women’s Wealth in Focus: When Care Comes First yang dilakukan oleh Sun Life Indonesia, sekitar setengah perempuan Indonesia mengelola anggaran rumah tangga sehari-hari seorang diri. Namun hanya sebagian kecil yang merasa benar-benar siap menghadapi risiko finansial yang datang secara tiba-tiba.

Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia, Maika Randini, menilai pentingnya keluarga memiliki perencanaan keuangan yang tidak hanya berfokus pada kebutuhan jangka pendek, tetapi juga perlindungan jangka panjang.

“Sebagai langkah nyata dalam berikhtiar secara finansial, Sun Life Syariah hadir sebagai teman seperjalanan keluarga. Melalui prinsip tolong-menolong (tabarru’), peserta saling membantu menghadapi risiko kehidupan secara transparan dan sesuai prinsip syariah,” ujar Maika dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Minggu (15/3).

Agar keuangan keluarga tetap terjaga selama Ramadan hingga setelah Idulfitri, ada beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam pengelolaan keuangan rumah tangga.


Pisahkan Gaji Bulanan dan Dana Ramadan

Salah satu langkah penting dalam menjaga stabilitas keuangan adalah memisahkan anggaran rutin dengan dana khusus Ramadan.

Gaji bulanan sebaiknya difokuskan untuk kebutuhan utama keluarga seperti biaya makan sehari-hari, listrik, pendidikan anak, serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Sementara itu, Tunjangan Hari Raya (THR) dapat dialokasikan khusus untuk kebutuhan tambahan selama Ramadan dan Lebaran.

Pengeluaran seperti membeli pakaian baru, memberikan bingkisan, atau biaya perjalanan mudik sebaiknya berasal dari dana THR agar anggaran bulanan tidak terganggu.


Siapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Dini

Ramadan sering menjadi momen refleksi bagi banyak keluarga untuk memikirkan masa depan. Salah satu aspek penting yang tidak boleh terlewat adalah persiapan dana pendidikan anak.

Dengan menyiapkan dana pendidikan sejak dini, orang tua dapat menghindari tekanan finansial yang besar ketika anak memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Perencanaan yang matang juga membantu keluarga memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan biaya di masa mendatang.


Manfaatkan Tradisi Lebaran untuk Mengajarkan Literasi Keuangan

Tradisi pemberian uang kepada anak-anak saat Lebaran sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi finansial sejak dini.

Orang tua dapat mengajarkan anak untuk membagi uang yang diterima ke dalam beberapa kategori sederhana, misalnya untuk ditabung, digunakan untuk kebutuhan pribadi, dan disisihkan untuk berbagi.

Pendekatan ini dapat membantu anak memahami nilai uang serta pentingnya mengelola keuangan dengan bijak sejak usia muda.


Lindungi Pilar Utama Keluarga

Dalam banyak keluarga, ibu tidak hanya berperan sebagai pengatur keuangan, tetapi juga sebagai penggerak utama berbagai aktivitas rumah tangga.

Karena itu, menjaga kesehatan dan memberikan perlindungan finansial bagi anggota keluarga menjadi bagian penting dalam perencanaan keuangan. Perlindungan kesehatan yang memadai dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi keluarga apabila terjadi risiko kesehatan yang tidak terduga.


Lengkapi Ikhtiar dengan Perencanaan Finansial

Selain menabung dan mengatur pengeluaran, keluarga juga perlu mempersiapkan diri menghadapi berbagai risiko kehidupan yang dapat memengaruhi kondisi finansial rumah tangga.

Dalam nilai-nilai Islam, melindungi keluarga merupakan bagian dari ikhtiar—usaha yang dilakukan dengan niat baik sebelum akhirnya berserah diri kepada Tuhan. Upaya tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai langkah, termasuk memilih perlindungan finansial yang selaras dengan prinsip syariah.

Melalui program perlindungan berbasis prinsip tabarru’, keluarga dapat saling membantu menghadapi risiko kehidupan secara transparan dan sesuai dengan nilai syariah.

Pada akhirnya, Ramadan bukan hanya tentang menata pengeluaran menjelang Lebaran. Lebih dari itu, bulan suci ini juga menjadi kesempatan bagi keluarga untuk menata niat, memperkuat perencanaan keuangan, serta mempersiapkan masa depan dengan lebih bijak.

Dengan strategi yang tepat, keluarga dapat menjalani Idulfitri dengan rasa tenang—bukan hanya saat hari raya, tetapi juga dalam kehidupan setelahnya. (Herman Effendi/Lukman Hqeem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *