Beritakota.id, Jakarta – Halo sahabat kota bagi Anda pecinta keindahan alam Taiwan, kini hadir pameran Taiwan Leisure Farm Fair 2026 di Emporium Pluit Mall. Dan hari ini, Minggu (24/5/2026)  hari penutupan pameran wisata Taiwan yang mengusung konsep agrowisata dan wisata berbasis alam. Taiwan menargetkan lonjakan kunjungan wisatawan Indonesia ke kawasan wisata pedesaan hingga dua kali lipat tahun ini.

Deputy Representative Taipei Economic and Trade Office, Trust H. J. Lin mengatakan, Indonesia kini menjadi salah satu pasar paling strategis bagi industri pariwisata Taiwan seiring meningkatnya tren slow travel, healing, dan wisata berbasis alam di kalangan generasi muda.

“Tahun lalu sekitar 40 ribu wisatawan datang ke agrowisata Taiwan. Tahun ini kami berharap jumlahnya bisa naik dua kali lipat menjadi sekitar 80 ribu hingga 90 ribu wisatawan,” ujar Trust Lin di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Baca Juga: Taiwan Gencar Promosi “Taiwan Never Sleeps”, Bidik Wisatawan Indonesia Lewat Wisata 24 Jam

Menurutnya, Taiwan kini tidak lagi hanya mengandalkan wisata perkotaan modern, tetapi mulai memperluas promosi wisata pedesaan modern atau leisure farm yang menggabungkan unsur alam, budaya lokal, edukasi pertanian, hingga keberlanjutan lingkungan.

Strategi tersebut dinilai sejalan dengan perubahan tren wisata global yang kini lebih mengutamakan pengalaman autentik, relaksasi, dan kualitas hidup dibandingkan sekadar perjalanan wisata konvensional.

Wisata Healing dan Slow Travel Kian Diminati

Fenomena wisata healing dan slow travel dalam beberapa tahun terakhir menjadi peluang besar bagi Taiwan untuk menarik wisatawan asal Indonesia, khususnya kalangan milenial dan Gen Z yang mulai mencari destinasi tenang, alami, dan ramah lingkungan.

Konsep leisure farm yang dikembangkan Taiwan menawarkan pengalaman menginap di kawasan perkebunan modern dengan berbagai aktivitas seperti bercocok tanam, wisata kuliner lokal, eksplorasi budaya pedesaan, hingga aktivitas outdoor yang dikemas secara modern dan nyaman bagi wisatawan keluarga maupun solo traveler.

Dalam pameran tersebut, Taiwan menghadirkan tujuh perkebunan wisata unggulan, tiga maskapai penerbangan nasional, serta sepuluh agen perjalanan Indonesia dengan lebih dari 30 paket wisata tematik.

Paket wisata tersebut mencakup wisata keluarga, honeymoon, edukasi, wellness tourism, hingga wisata alam premium yang kini semakin diminati pasar Asia Tenggara.

Selain fokus pada wisata alam dan agrowisata, Taiwan juga memperkuat strategi menarik wisatawan Muslim Indonesia dengan meningkatkan layanan halal dan fasilitas ramah Muslim di berbagai destinasi wisata.

“Kami memahami mayoritas masyarakat Indonesia adalah Muslim. Karena itu industri pariwisata Taiwan terus memperkuat layanan Muslim-friendly,” kata Trust Lin.

Berbagai fasilitas seperti restoran halal, ruang ibadah, hingga layanan wisata ramah Muslim kini semakin diperluas di sejumlah destinasi wisata Taiwan.

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari strategi Taiwan untuk memperluas pasar wisata Asia Tenggara sekaligus meningkatkan kontribusi sektor wisata pedesaan terhadap perekonomian lokal.

Taiwan Optimistis Wisata Alam Terus Tumbuh

Pemerintah dan pelaku industri pariwisata Taiwan optimistis tren wisata berbasis alam, wellness tourism, dan keberlanjutan akan terus tumbuh dalam beberapa tahun mendatang.

Selain menawarkan panorama alam dan udara sejuk, konsep agrowisata Taiwan juga dinilai cocok dengan kebutuhan wisatawan modern yang mencari pengalaman relaksasi sekaligus edukasi dalam satu perjalanan.

Dengan target hingga 90 ribu wisatawan Indonesia tahun ini, Taiwan kini semakin serius memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata favorit baru bagi pasar Indonesia di kawasan Asia Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *