Beritakota.id, Jakarta – Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghofur, mengapresiasi pertumbuhan signifikan lembaga amil zakat (LAZ) yang telah memberikan layanan kepada sekitar 43 lembaga, baik yang memperpanjang izin maupun yang baru terdaftar. Menurutnya, fasilitasi kemudahan bagi LAZ merupakan langkah krusial mengingat masih banyaknya masyarakat yang membutuhkan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Tanpa peran serta lembaga filantropi, beban ini akan semakin berat bagi negara.
“Kami sadar betul bahwa negara membutuhkan orang-orang dan lembaga yang memiliki konsen untuk bagaimana memajukan masyarakat kita,” ujar Waryono dalam gelaran “Indonesia Humanitarian Summit 2025 & Philanthropy Report” bertema “Empowerment To The Next Level”, Kamis (15/1/2026).
Ia menekankan bahwa tolak ukur keberhasilan LAZ tidak hanya pada jumlah pengumpulan dana, melainkan pada seberapa banyak masyarakat yang menerima manfaat. Hal ini terbukti dari tingginya minat terhadap program beasiswa zakat yang digagas bersama, khususnya untuk kalangan fakir miskin yang membutuhkan akses pendidikan tinggi.
Program beasiswa zakat ini, yang mulai berjalan sejak 2025, memprioritaskan mustahik dari golongan fakir, miskin, dan sabilillah. Kolaborasi dengan 10 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) dan 11 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ini bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa mengambil program studi yang dibutuhkan masyarakat. Waryono berharap, dalam 4-5 tahun ke depan, para penerima beasiswa ini dapat bertransformasi menjadi muzaki, yang berarti mereka telah mencapai kemandirian ekonomi dan mampu berkontribusi kembali melalui zakat.
Pemerintah, melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, membuka diri terhadap masukan dari para pegiat filantropi. Diskusi dan usulan regulasi yang dapat menuntun dan memberi arah bagi masa depan gerakan filantropi sangat diharapkan.
‘’Upaya pemberdayaan masyarakat dari mustahik menjadi muzaki adalah pekerjaan jangka panjang yang membutuhkan komitmen berkelanjutan dari semua pihak,” tandasnya

