Beritakota.id, Jakarta – Momen pencatatan saham perdana PT RANS Entertainment Indonesia Tbk di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi peristiwa emosional bagi Direktur Utama perusahaan, Nagita Slavina Mariana Tengker. Di hadapan para investor, mitra bisnis, regulator, hingga insan media, Nagita tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan sambutan dalam seremoni Initial Public Offering (IPO).

Dengan suara bergetar, Nagita mengaku terharu karena perjalanan RANS Entertainment yang berawal dari sebuah keluarga sederhana kini berhasil memasuki pasar modal Indonesia.

“Duh belum apa-apa saya sudah nangis,” ujar Nagita membuka sambutannya disambut tepuk tangan para tamu undangan.

Menurut Nagita, pencatatan saham RANS bukan sekadar momentum perusahaan memasuki Bursa Efek Indonesia, melainkan menjadi simbol bahwa industri kreatif Indonesia kini memperoleh pengakuan sebagai salah satu sektor ekonomi yang memiliki nilai strategis.

“Hari ini bukan sekadar hari ketika RANS mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia. Hari ini adalah hari ketika Indonesia menunjukkan bahwa kreativitas dapat berdiri sejajar dengan sektor-sektor ekonomi strategis lainnya,” katanya.

Ia menegaskan kreativitas bukan lagi sekadar aktivitas menghasilkan hiburan, melainkan telah berkembang menjadi aset ekonomi yang memiliki nilai bisnis dan mampu dipercaya oleh masyarakat maupun investor.

Baca juga: IPO RANS Hari Ini: Saham Raffi Ahmad Resmi Melantai di BEI dengan Harga Rp170

Berawal dari Tim Kecil

Nagita mengenang perjalanan RANS Entertainment yang dimulai dari tim beranggotakan kurang dari 10 orang. Saat itu, dirinya bersama tim harus bekerja keras menawarkan berbagai konten kepada berbagai merek agar memperoleh kepercayaan.

Perjalanan tersebut, menurutnya, tidak mungkin tercapai tanpa dukungan para pengiklan, agensi, strategic partner, hingga masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari pertumbuhan RANS.

“Saya masih ingat ketika pertama kali menawarkan konten kepada berbagai brand. Tim kami saat itu masih sangat kecil, bahkan belum sampai 10 orang,” ungkapnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang selama ini memberikan kepercayaan kepada RANS hingga akhirnya mampu melantai di pasar modal.

IPO Jadi Tonggak Industri Kreatif Indonesia

Nagita menilai keberhasilan IPO RANS Entertainment bukan hanya pencapaian perusahaan, tetapi juga kemenangan bagi seluruh pelaku industri kreatif Indonesia.

Menurutnya, pencatatan saham ini menjadi bukti bahwa ide, karya, dan inovasi para kreator memiliki nilai ekonomi yang diakui secara profesional di tingkat nasional.

“Hari ini bukan hanya milik saya, keluarga, ataupun tim RANS. Ini milik seluruh kreator Indonesia yang selama ini percaya bahwa kreativitas memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Ia mengatakan industri kreatif kini tidak lagi berada di pinggiran pembangunan ekonomi nasional, melainkan telah menjadi bagian dari sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Raffi Ahmad Punya Kekayaan Capai Rp 1 Triliun Terdiri 45 Aset Tanah dan 23 Kendaraan

RANS Bangun Ekosistem, Bukan Sekadar Media

Nagita juga menegaskan RANS Entertainment tidak dibangun hanya sebagai perusahaan media yang mengandalkan popularitas dirinya bersama Raffi Ahmad.

Menurutnya, perusahaan telah berkembang menjadi sebuah ekosistem bisnis yang mencakup intellectual property (IP), produk, event, komunitas, hingga pemanfaatan teknologi digital.

“Banyak orang mengenal RANS melalui Raffi Ahmad dan saya. Tetapi perusahaan yang kami bangun jauh lebih besar daripada dua orang. Kami membangun sebuah ekosistem yang berkelanjutan,” katanya.

Ia menjelaskan perhatian publik hanyalah awal. Nilai utama perusahaan terletak pada kemampuan mengembangkan produk, membangun pengalaman bagi konsumen, menciptakan komunitas, hingga menghasilkan aktivitas ekonomi yang terus bertumbuh.

Industri Hiburan Kini Menjadi Mesin Ekonomi

Dalam pidatonya, Nagita juga menyoroti perubahan besar yang terjadi dalam industri hiburan global. Menurutnya, sektor entertainment kini telah berkembang menjadi penggerak ekonomi yang melibatkan berbagai sektor lainnya.

Ia mencontohkan sebuah film mampu meningkatkan sektor pariwisata, konser dapat menggerakkan transportasi, perhotelan hingga UMKM, sedangkan karakter animasi dapat berkembang menjadi produk komersial, permainan, lisensi hingga destinasi wisata.

Selain itu, komunitas digital juga dinilai mampu menciptakan jutaan pelanggan loyal yang menjadi fondasi ekonomi baru.

“Entertainment bukan lagi sekadar konsumsi. Entertainment telah menjadi infrastruktur ekonomi baru, dan Indonesia memiliki seluruh modal untuk memimpin perubahan tersebut,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *