Beritakota.id, Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menutup kuartal III tahun 2025 dengan kinerja solid yang mencerminkan ketahanan bisnis dan komitmen kuat terhadap transformasi digital. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp15,8 triliun, didukung oleh pendapatan konsolidasi mencapai Rp109,6 triliun.

“Pencapaian ini mencerminkan kemampuan adaptasi perusahaan di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika industri yang semakin cepat. Kami berfokus pada optimalisasi nilai di segmen-segmen strategis, termasuk konektivitas fiber dan data center, yang menjadi fondasi utama bagi masa depan ekonomi digital Indonesia,” ujar Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini.

Di tengah kondisi pasar yang dinamis, Telkom berhasil mencatatkan EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) konsolidasi sebesar Rp54,4 triliun dengan margin EBITDA sebesar 49,6%. Normalized net income tercatat sebesar Rp16,7 triliun dengan normalized net income margin 15,2%. Keberhasilan ini didorong oleh strategi transformasi TLKM 2030 yang berfokus pada penguatan fondasi bisnis dan menciptakan perusahaan strategic holding yang lebih lean dan efisien.

“Melalui strategi transformasi TLKM 2030, Telkom akan terus memperkuat fondasi bisnis dengan bertransformasi menuju perusahaan strategic holding yang lebih lean dan efisien yang berorientasi pada service excellence di setiap lini organisasi,” tambah Dian Siswarini.

Pemisahan Bisnis Fiber & Infrastruktur Digital

Sebagai bagian dari strategi, Telkom melanjutkan agenda unlocking value melalui pemisahan sebagian Bisnis dan Aset Wholesale Fiber Connectivity kepada entitas anak usaha PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF). Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Conditional Spin-off Agreement (CSA). Setelah aksi korporasi dilakukan pada Fase 1, TIF akan memiliki 56% dari jaringan serat optik Telkom, menjadikan Telkom sebagai pemilik infrastruktur jaringan terbesar di Indonesia.

Anak usaha Telkom, Telkomsel, mencatatkan pendapatan positif sebesar Rp81,4 triliun, didorong oleh pertumbuhan bisnis digital. Average Revenue Per User (APRU) naik 5,2%, menunjukkan tingginya permintaan pelanggan akan layanan telekomunikasi digital berkualitas. Telkomsel melayani sebanyak 157,6 juta pelanggan seluler dan 10,3 juta pelanggan IndiHome yang tumbuh 9,4% YoY.

Telkomsel terus memperkuat jaringan, termasuk ekspansi BTS 4G dan 5G, serta mencatat peningkatan lalu lintas data sebesar 17,2% YoY. Implementasi Fixed-Mobile Convergence (FMC) juga memberi sinyal positif.

Pertumbuhan di Berbagai Segmen Bisnis

  1. Wholesale and International Business: Pendapatan mencapai Rp14,2 triliun, tumbuh 5,7% YoY, didorong oleh kinerja positif infrastruktur digital.
  2. Enterprise: Pendapatan Rp14,9 triliun, dengan fokus pada penguatan kapabilitas Connectivity+, Cybersecurity, AI, dan kemitraan strategis.
  3. Mitratel: Pendapatan Rp6,9 triliun, ditopang oleh sewa menara dan layanan serat optik yang tumbuh pesat.
  4. Data Center & Cloud (NeutraDC): Pendapatan Rp1,4 triliun. Utilization rate mencapai 89%. NeutraDC mengembangkan AI Fabric dan infrastruktur data center.

Komitmen Terhadap Keberlanjutan & Investasi

Telkom merealisasikan belanja modal sebesar Rp15,4 triliun, difokuskan untuk perluasan konektivitas digital. Perseroan juga berkomitmen pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), meraih sertifikasi internasional ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018.

“Dengan inovasi dan penguatan infrastruktur digital, Telkom terus mempertegas perannya sebagai digital telco dan enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global,” pungkas Dian Siswarini. Komitmen tersebut mendukung misi pemerintah untuk membangun ketahanan digital dan mewujudkan kemandirian teknologi bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *