Berita Kota, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengkaji pemanfaatan sebagian tiang monorel mangkrak di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, sebagai media reklame. Sementara itu, pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, telah dimulai.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan tidak semua tiang monorel akan dialihfungsikan. Pemprov masih menilai tiang-tiang yang memungkinkan dimanfaatkan.

“Kami mencoba agar sebagian tiang bisa digunakan untuk reklame, tetapi tidak semuanya,” kata Rano di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Ia mengakui keberadaan tiang monorel mangkrak, khususnya di kawasan Senayan termasuk di sekitar pintu belakang Gedung DPR/MPR RI, mengganggu estetika kawasan. Namun, penanganannya bukan kewenangan Pemprov DKI Jakarta.

“Untuk kawasan Senayan, itu merupakan wewenang Kementerian Sekretariat Negara,” ujarnya.

Pemprov DKI Jakarta sejak Rabu (14/1/2026) mulai membongkar 109 tiang monorel mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said dengan anggaran Rp254 juta. Pembongkaran tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan yang mencakup pembangunan taman, jalur pedestrian, dan perbaikan drainase.

Penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp102 miliar.

“Anggaran Rp100 miliar itu bukan untuk pembongkaran tiang monorel. Biaya pembongkarannya hanya Rp254 juta, sementara anggaran digunakan untuk pembangunan infrastruktur dari kawasan Menteng hingga ujung,” kata Rano. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *