Berita Kota, Swiss – Tragedi memilukan terjadi saat perayaan Tahun Baru 2026 di resor ski mewah Crans-Montana, wilayah barat daya Swiss. Kebakaran hebat disertai ledakan melanda bar Le Constellation pada Kamis (1/1/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 waktu setempat, menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai 115 lainnya, sebagian besar dengan luka bakar serius.
Insiden terjadi ketika ratusan pengunjung tengah berpesta menyambut Tahun Baru yang juga bertepatan dengan perayaan ulang tahun di ruang bawah tanah bar tersebut. Polisi Swiss menyebut lebih dari 100 orang berada di dalam gedung saat kebakaran mulai terjadi.
“Kami menghitung sekitar 40 orang telah meninggal dan sekitar 115 orang terluka, sebagian besar mengalami luka serius,” ujar Komandan Polisi setempat, Frédéric Gisler, dikutip dari kantor berita AFP, Jumat (2/1/2026).
Kondisi darurat memaksa otoritas meluncurkan operasi penyelamatan besar-besaran dengan mengerahkan sekitar 10 helikopter, 40 ambulans, dan 150 petugas medis. Unit perawatan intensif di rumah sakit sekitar Crans-Montana dengan cepat penuh, sehingga puluhan korban harus dirujuk ke berbagai rumah sakit di Sion, Lausanne, Jenewa, Zurich, bahkan hingga Milan dan wilayah Aosta di Italia.
Dewan Negara Valais menetapkan status keadaan darurat dan memberlakukan zona larangan terbang di atas kawasan resor untuk mempermudah evakuasi. Area sekitar lokasi kejadian juga ditutup sepenuhnya.
Presiden Swiss Guy Parmelin menyampaikan duka mendalam dan menyebut insiden tersebut sebagai “salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami negara kita.”
Pihak berwenang menegaskan tidak ada indikasi serangan teror. Penyelidikan awal menunjukkan kebakaran bersifat tidak disengaja, meski penyebab pastinya masih diselidiki. Sejumlah saksi mata menyebut api diduga bermula dari lilin ulang tahun atau kembang api yang diletakkan di atas botol sampanye, yang kemudian menyambar langit-langit kayu dan dengan cepat menjalar ke seluruh ruangan.
“Dalam hitungan detik, seluruh langit-langit terbakar. Semuanya terbuat dari kayu,” ujar Emma dan Albane, dua pengunjung asal Prancis yang selamat, kepada media Prancis.
Proses evakuasi dilaporkan berlangsung sangat sulit akibat jalur keluar dan tangga yang sempit. Kepanikan pun tak terhindarkan ketika ratusan orang berebut menyelamatkan diri dari kepulan asap hitam dan panas ekstrem.
Sejumlah korban selamat menceritakan pengalaman mengerikan mereka. Beberapa di antaranya terpaksa bersembunyi dari dinding yang terbakar, sementara yang lain memecahkan jendela menggunakan meja untuk bisa keluar dari gedung.
Para korban diketahui mayoritas berusia muda, berkisar 16 hingga 26 tahun, dan berasal dari berbagai negara. Kondisi ini membuat proses identifikasi menjadi rumit dan diperkirakan membutuhkan waktu berminggu-minggu, terutama akibat parahnya luka bakar yang dialami korban.
Pemerintah Swiss bersama otoritas setempat telah membuka pusat penerimaan dan saluran bantuan bagi keluarga serta kerabat korban yang mencari informasi. Sejumlah negara, termasuk Prancis dan Italia, menyatakan kesiapan memberikan bantuan medis dan mendukung proses penanganan korban.
Hingga kini, suasana duka dan syok masih menyelimuti Crans-Montana, yang sejatinya tengah berada dalam periode liburan tersibuk sepanjang musim dingin. (***)

