Beritakota.id, Jakarta – Bagi banyak perempuan, bentuk hidung sering menjadi salah satu fitur wajah yang paling memengaruhi keseluruhan tampilan. Hidung yang lebih ramping dan terdefinisi dianggap mampu memberikan kesan wajah yang lebih proporsional dan tegas. Namun tidak semua orang merasa siap menjalani prosedur operasi plastik untuk mendapatkan bentuk hidung yang diinginkan.

Operasi seperti Rhinoplasty memang telah lama menjadi pilihan populer untuk membentuk hidung. Tetapi prosedur ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit, masa pemulihan yang relatif panjang, serta kesiapan mental untuk menjalani tindakan bedah.

Baca juga :Petir Sambar Instalasi Listrik, Sebuah Rumah di Desa Rengaspendawa Brebes Terbakar

Kabar baiknya, perkembangan dunia estetika kini menawarkan alternatif yang jauh lebih praktis. Salah satu yang sedang banyak dibicarakan adalah nose threadlift atau tanam benang hidung—prosedur non-bedah yang mampu membantu membentuk hidung terlihat lebih mancung dalam waktu singkat.

Tren Estetika yang Semakin Minim Downtime

Di era modern, tren kecantikan semakin bergerak menuju prosedur yang lebih praktis dan minim risiko. Banyak orang menginginkan hasil yang terlihat natural tanpa harus menjalani tindakan invasif.

Itulah sebabnya treatment non-bedah semakin diminati. Selain prosesnya cepat, prosedur seperti tanam benang biasanya juga memiliki waktu pemulihan yang jauh lebih singkat dibanding operasi plastik.

Menurut dr. Rudy Adiputra, dokter estetika di Insta Beauty Center, banyak pasien datang dengan keinginan memperbaiki bentuk hidung tetapi belum siap menjalani operasi.

“Banyak pasien menginginkan hidung yang lebih mancung dan terdefinisi, tetapi mereka belum siap menjalani operasi rhinoplasty. Nose threadlift memberikan pendekatan non-bedah yang dapat memperbaiki kontur hidung secara lebih stabil dan tetap terlihat natural,” jelasnya.

Apa Sebenarnya Tanam Benang Hidung?

Secara sederhana, tanam benang hidung adalah prosedur estetika yang menggunakan benang medis khusus untuk membantu mengangkat dan membentuk struktur hidung.

Berbeda dengan filler yang bekerja dengan menambah volume pada area tertentu, benang bekerja dengan menciptakan struktur penopang pada jaringan hidung. Selain memberikan efek pengangkatan secara langsung, benang juga memicu produksi kolagen alami di dalam kulit.

Respons alami tubuh terhadap benang ini membantu mempertahankan bentuk hidung dalam jangka waktu tertentu, bahkan setelah benang tersebut larut secara bertahap di dalam tubuh.

Prosedurnya sendiri relatif singkat, biasanya berlangsung sekitar 20 hingga 40 menit dengan anestesi lokal. Setelah tindakan selesai, sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas ringan tanpa harus menjalani masa pemulihan panjang.

Teknik Double Fix Pyramid yang Sedang Populer

Salah satu teknik terbaru yang mulai banyak digunakan dalam prosedur nose threadlift adalah Double Fix Pyramid Threadlift. Metode ini dirancang untuk memberikan struktur penopang hidung yang lebih stabil dibanding teknik konvensional.

Teknik ini bekerja dengan menempatkan benang pada beberapa titik strategis di area hidung sehingga menciptakan sistem penopang ganda. Dengan pendekatan tersebut, dokter dapat membantu meninggikan batang hidung, mengangkat ujung hidung, sekaligus memperbaiki kontur hidung agar terlihat lebih proporsional.

Menurut dr. Rudy, tujuan utama prosedur estetika sebenarnya bukan mengubah wajah secara drastis, melainkan memperbaiki keseimbangan proporsi wajah.

“Tujuan utama prosedur estetika bukan mengubah wajah secara drastis, tetapi memperbaiki proporsi agar lebih harmonis. Teknik Double Fix Pyramid membantu memberikan dukungan struktural yang lebih baik sehingga hasilnya terlihat lebih natural,” ujarnya.

Berapa Lama Hasilnya Bertahan?

Durasi hasil nose threadlift bisa berbeda pada setiap orang. Hal ini bergantung pada jenis benang yang digunakan serta kondisi kulit masing-masing pasien.

Beberapa jenis material benang yang umum digunakan dalam prosedur estetika antara lain PDO (Polydioxanone) yang biasanya bertahan sekitar enam hingga dua belas bulan. Jenis lain adalah PLA (Polylactic Acid) yang dapat bertahan hingga sekitar satu setengah tahun, serta PCL (Polycaprolactone) yang dikenal memiliki durasi paling panjang, bahkan bisa mencapai dua tahun.

Meski benang akan larut secara alami di dalam tubuh, proses stimulasi kolagen yang terjadi di sekitar jaringan sering kali membantu mempertahankan struktur hidung lebih lama.

Apakah Prosedurnya Menyakitkan?

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul sebelum seseorang mencoba prosedur estetika adalah soal rasa sakit.

Dalam kasus nose threadlift, prosedur biasanya dilakukan dengan anestesi lokal sehingga pasien hanya merasakan tekanan ringan atau sensasi tarikan kecil di area hidung selama tindakan berlangsung.

Setelah anestesi hilang, sebagian pasien mungkin merasakan nyeri ringan selama satu hingga tiga hari. Namun kondisi ini umumnya dapat diatasi dengan obat pereda nyeri biasa.

Sebagian besar pasien bahkan dapat kembali beraktivitas normal dalam waktu yang relatif cepat.

Tetap Perlu Konsultasi dengan Dokter

Meski termasuk prosedur non-bedah, tanam benang hidung tetap merupakan tindakan medis yang harus dilakukan oleh tenaga profesional.

Efek samping ringan seperti bengkak, kemerahan, memar kecil, atau sensasi kaku sementara dapat terjadi setelah prosedur. Namun kondisi ini biasanya akan membaik dalam beberapa hari.

Karena itu, konsultasi dengan dokter sebelum melakukan treatment menjadi langkah penting. Setiap orang memiliki struktur wajah yang berbeda sehingga pendekatan estetika yang digunakan juga harus disesuaikan secara individual.

Dalam dunia estetika modern, pendekatan yang personal menjadi kunci agar hasil treatment tetap terlihat alami dan harmonis dengan fitur wajah secara keseluruhan.

Masa Depan Estetika: Natural Look

Perkembangan teknologi kecantikan menunjukkan satu tren yang jelas: semakin banyak orang memilih prosedur yang mampu meningkatkan penampilan tanpa mengubah karakter wajah secara drastis.

Treatment seperti nose threadlift menjadi contoh bagaimana teknologi estetika kini menawarkan solusi yang lebih fleksibel, cepat, dan minim downtime.

Bagi mereka yang ingin memperbaiki bentuk hidung tanpa harus menjalani operasi besar, prosedur ini menjadi salah satu pilihan yang semakin populer di klinik kecantikan modern.

Karena pada akhirnya, tren kecantikan masa kini bukan lagi tentang perubahan ekstrem—melainkan tentang menonjolkan versi terbaik dari diri sendiri. (Herman Effendi / Lukman Hqeem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *