Beritakota.id, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengumumkan bahwa uang saku bagi peserta Program Pemagangan Nasional (Maganghub) akan mengalami penyesuaian seiring dengan kenaikan Upah Minimum (UM) pada tahun 2026. Langkah ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk mendukung keberlangsungan program pemagangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pesertanya.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, dalam kunjungannya ke Rumah Sakit Universitas Andalas (RS Unand) di Padang pada Kamis (12/02/2026), menyampaikan apresiasinya atas kenaikan UM 2026 yang berdampak langsung pada besaran uang saku peserta pemagangan. “Alhamdulillah, karena UM 2026 ini mengalami kenaikan, maka uang saku peserta pemagangan juga naik,” ungkapnya.

Ia mencontohkan kenaikan di Sumatera Barat, di mana Upah Minimum Provinsi (UMP) naik dari Rp2.994.193 pada 2025 menjadi Rp3.182.955 pada 2026.

Baca juga: Glints TapLoker dan Kemnaker Dorong Demokratisasi Akses Kerja Lewat Digitalisasi

Menaker Yassierli mengingatkan kepada seluruh peserta pemagangan untuk memanfaatkan uang saku yang diterima secara bijak dan produktif. “Manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya, ya. Menabung, ngasih orang tua, atau hal-hal manfaat lainnya,” pesannya saat berdialog langsung dengan 46 peserta magang di RS Unand. Ia menekankan bahwa program ini merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan generasi muda yang siap kerja dengan pengalaman lapangan yang sesuai kebutuhan industri.

Program Pemagangan Nasional di RS Unand saat ini diikuti oleh 46 peserta, sementara total peserta di Provinsi Sumatera Barat mencapai 2.800 orang. Dialog dengan peserta menunjukkan bahwa program berjalan baik, pembimbing responsif, dan pengalaman praktik sangat membantu peningkatan keterampilan kerja. Kemnaker berharap program ini semakin berkualitas, adaptif terhadap kebutuhan industri, dan menjadi jembatan efektif antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

“Program Pemagangan Nasional diharapkan semakin adaptif, berkualitas, dan menjadi jembatan kuat menuju dunia kerja. Dengan dukungan yang tepat, generasi muda Indonesia siap bersaing dan berkontribusi bagi bangsa,” pungkas Yassierli.

Kemnaker berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan demi memperluas manfaat program bagi generasi muda Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *