Beritakota.id, Jakarta – Pemerintah memastikan persiapan uji coba sistem pembayaran tol nirsentuh atau multi lane free flow (MLFF) dilakukan secara matang sebelum implementasi. Sistem ini kembali diuji setelah sempat mengalami stagnasi dalam proses pengembangannya.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, menjelaskan bahwa uji coba ulang MLFF dilakukan menyusul rekomendasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada akhir tahun lalu.
Menurutnya, terdapat perbedaan klaim terkait kesiapan sistem antara pihak operator jalan tol dan pengembang teknologi.
“Ada dua klaim berbeda, dari BPJT atau BUJT menyatakan sistem belum berhasil, sementara dari Roatex menyatakan sudah berhasil,” ujarnya dalam acara silaturahmi Menteri Pekerjaan Umum dengan media di Jakarta.
Untuk memastikan keandalan sistem, uji coba akan dilakukan secara end-to-end, mencakup seluruh proses mulai dari pengguna mengunduh aplikasi, menggunakan sistem saat berkendara di tol, hingga pembayaran diterima oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Tahapan uji coba telah disusun secara bertahap, dimulai dari pra-uji coba dalam waktu dekat. Pada tahap ini, pengembang teknologi, Roatex Ltd. melalui anak usahanya PT Roatex Indonesia Toll System (RITS), bertanggung jawab menyiapkan Term of Reference (TOR) sebagai acuan pelaksanaan uji coba.
Baca juga: MLFF Bisa Jadi Solusi Kemacetan Gerbang Tol Saat Arus Balik
Sebelumnya, pada 3–5 Maret 2026 telah dilakukan functional test tahap awal untuk menguji fitur aplikasi MLFF, khususnya pada platform CANTAS, dengan fokus pada skenario positif. Dalam waktu dekat, functional test tahap kedua akan digelar guna memastikan kesiapan infrastruktur jalan tol yang akan digunakan.
Setelah seluruh aspek teknis dan operasional dinyatakan siap, pemerintah akan melanjutkan ke tahap pra-uji coba secara menyeluruh sebelum implementasi lebih luas.
“Targetnya tentu semakin cepat semakin baik (the sooner the better),” tegas Wilan.
Sebagai informasi, proyek MLFF telah diinisiasi sejak 2016, bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orbán, ke Indonesia. Proyek ini didanai oleh pemerintah Hungaria dengan nilai mencapai US$300 juta atau sekitar Rp4,65 triliun.
MLFF diharapkan menjadi solusi modern dalam sistem transaksi tol di Indonesia, memungkinkan kendaraan melintas tanpa berhenti sehingga dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan efisiensi perjalanan. (***)

