Beritakota.id, Beijing – Komisaris PLN Batam, Didi Apriadi menghadiri Repower China Summit 2026 di Beijing, 15 April 2026, sebagai bagian dari upaya mendorong percepatan transformasi energi di Indonesia melalui konsep repowering pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Partisipasi PLN Batam dalam forum internasional ini menegaskan bahwa repowering telah menjadi isu strategis global dalam transisi menuju energi rendah karbon. Pendekatan ini dinilai realistis karena memungkinkan transformasi pembangkit eksisting menjadi sumber energi bersih tanpa harus membangun infrastruktur baru sepenuhnya.
Di Indonesia, arah kebijakan terkait repowering mulai menguat. Dalam regulasi nasional, termasuk kebijakan energi terbaru, repowering dimaknai sebagai pembaruan sistem pembangkitan agar lebih efisien dan menghasilkan energi yang lebih bersih, misalnya melalui penggantian teknologi berbasis batu bara dengan sumber energi baru seperti nuklir, panas bumi, atau biomassa.
Studi tekno-ekonomi terhadap PLTU berkapasitas 600 MW di Jawa yang dilakukan bersama Institut Teknologi Bandung menunjukkan hasil positif. Studi tersebut mencatat biaya pembangkitan listrik (levelized cost of energy / LCOE) sekitar 6,55 sen dolar AS per kWh untuk pembangkit yang telah diretrofit dengan teknologi baru.
Selain itu, pendekatan brownfield repowering dinilai mampu menekan kebutuhan investasi hingga sekitar 32% dibandingkan pembangunan pembangkit baru (greenfield), karena memanfaatkan infrastruktur yang sudah tersedia seperti lahan, jaringan transmisi, dan fasilitas pembangkit.
“Repowering memberikan jalan tengah yang sangat strategis. Kita dapat mengubah pembangkit yang semula kotor menjadi bersih, sekaligus mempertahankan tenaga kerja dan memanfaatkan aset yang ada,” ujar Didi Apriadi.
Ia menambahkan, konsep repowering tidak terbatas pada teknologi nuklir, tetapi juga dapat mencakup energi panas bumi, biomassa, hingga thermal energy storage, selama bertujuan meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem ketenagalistrikan.
Didi menekankan bahwa Indonesia tidak perlu memulai dari nol dalam transisi energi. Dengan aset PLTU yang besar, kebutuhan listrik yang terus meningkat, serta landasan kebijakan yang mulai terbentuk, langkah selanjutnya adalah mempercepat implementasi teknis.
Ia mendorong PT PLN (Persero) untuk segera melakukan engineering feasibility study terhadap kandidat proyek awal, khususnya PLTU 600 MW di Jawa, sebagai pilot project nasional.
Selain itu, PLN juga didorong melakukan penilaian menyeluruh terhadap portofolio aset PLTU nasional guna menyusun masterplan repowering yang terstruktur dan bertahap.
“Diperlukan roadmap yang jelas untuk menentukan pembangkit mana yang layak direpower, kapan waktunya, dan teknologi apa yang paling tepat,” tegasnya.
Dengan dukungan tren global, hasil studi awal yang positif, serta kebijakan nasional yang semakin jelas, repowering dinilai berpotensi menjadi salah satu agenda strategis Indonesia dalam mempercepat transisi energi sekaligus menjaga keberlanjutan sistem ketenagalistrikan nasional. (***)

