Beritakota.id, Jakarta — Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menegaskan bahwa kesehatan merupakan urusan wajib pemerintah daerah yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat. Hal ini sejalan dengan amanat undang-undang pemerintahan daerah yang menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas, selain pendidikan dan infrastruktur.
Menurut Arifin, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan pembenahan dan peningkatan layanan kesehatan, khususnya di wilayah Jakarta Pusat. Hingga saat ini, tersedia 34 puskesmas pembantu yang tersebar di berbagai kelurahan, didukung oleh puskesmas kecamatan dan rumah sakit umum daerah (RSUD).
“Selain fasilitas milik pemerintah, Jakarta Pusat juga didukung oleh 6 RSUD dan 31 rumah sakit lainnya. Hari ini bertambah lagi dengan hadirnya Klinik Utama Pertamina IHC di Masjid Agung Sunda Kelapa,” ujar Arifin dalam konferensi persnya kepada awak media, Kamis (23/4/2026). Ia menyambut baik kehadiran fasilitas kesehatan baru tersebut karena dinilai dapat memperluas akses layanan bagi masyarakat.
Baca Juga: Pertamina IHC Resmikan Klinik MASK, Fokus Layanan Modern
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), Arifin menyebut derajat kesehatan masyarakat Jakarta tergolong baik dibanding rata-rata nasional. Namun demikian, tantangan besar masih dihadapi, terutama tingginya prevalensi penyakit tidak menular.
“Penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas menjadi yang tertinggi di Jakarta. Ini sangat berkaitan dengan pola hidup masyarakat perkotaan,” jelasnya.
Gaya hidup kurang aktif, pola makan tidak sehat, serta kebiasaan serba instan disebut menjadi faktor utama meningkatnya kasus tersebut. Arifin mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat guna menekan angka penyakit tidak menular.
Di sisi lain, pemerintah juga terus menangani penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) dan demam berdarah. Ia mengungkapkan bahwa kasus TBC di Jakarta masih tergolong tinggi dan menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
“DKI Jakarta terus dievaluasi bersama Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan untuk menurunkan prevalensi TBC,” katanya.
Sebagai upaya meningkatkan layanan kesehatan, Pemprov DKI Jakarta juga menghadirkan inovasi berupa “Pasukan Putih”, yakni tim medis yang memberikan pelayanan langsung ke rumah warga, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas.
Arifin berharap dengan semakin banyaknya fasilitas dan inovasi layanan kesehatan, kualitas hidup masyarakat Jakarta dapat terus meningkat.
“Semakin banyak layanan kesehatan yang tersedia, diharapkan warga Jakarta semakin sehat,” pungkasnya

