Beritakota.id, Jakarta – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggelar Seminar Kesehatan Organ Dalam dan Kecantikan Kulit dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026, Rabu (22/4). Mengusung tema “Kartini Masa Kini: Cantik dan Sehat Luar Dalam, Berkarya Membangun Negeri”, kegiatan ini menekankan pentingnya kesehatan sebagai fondasi utama bagi perempuan untuk berkontribusi bagi bangsa.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Farichah, menegaskan bahwa perempuan Indonesia harus terus meningkatkan kapasitas diri dan kemandirian. Menurutnya, peringatan Hari Kartini tidak boleh hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum refleksi atas perjuangan Raden Ajeng Kartini.

Farida menyampaikan bahwa Kartini mengajarkan pentingnya pendidikan bagi perempuan. Ia mencontohkan, meski lahir dari keluarga bangsawan, Kartini justru memperjuangkan akses belajar di tengah keterbatasan budaya pada masanya.

“Yang beliau inginkan bukan kemewahan, tetapi kesempatan untuk belajar, minimal membaca,” ujar Farida dalam konferensi persnya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Baca juga: Peringati Hari Kartini, Puskesmas Tanjung Brebes Gelar Penyuluhan TBC Anak

Ia menambahkan, semangat belajar harus terus dijaga oleh perempuan masa kini, terlepas dari latar belakang sosial. Menurutnya, pendidikan menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Senyaman apa pun kondisi kita, kita harus tetap belajar agar memiliki kemandirian dan mampu menghadapi krisis,” tegasnya.

Sementara itu, Penasihat DWP Kemenkop, Sita Ferry Juliantono, menjelaskan bahwa seminar tahun ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya. Jika pada 2025 fokus pada kesehatan mental, tahun ini diperluas ke kesehatan fisik dan kecantikan secara menyeluruh.

Ia menyoroti bahwa Kartini juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pola hidup sehat. Bahkan, berdasarkan catatan sejarah, Kartini menerapkan gaya hidup vegetarian sebagai bentuk disiplin dan spiritualitas.

Menurutnya, nilai tersebut relevan dengan kondisi saat ini, di mana perempuan dituntut menjalankan berbagai peran sekaligus, baik dalam keluarga maupun pembangunan.

Sita juga mengingatkan pentingnya edukasi kesehatan, khususnya terkait tingginya kasus kanker serviks yang masih menjadi ancaman serius bagi perempuan di Indonesia.

“Di sinilah pentingnya pemahaman tentang kesehatan organ dalam,” ujarnya.

Ketua DWP Kemenkop, Siti Kuwati Zabadi, menambahkan bahwa tema kesehatan dan kecantikan dipilih untuk melengkapi program sebelumnya terkait kebahagiaan kerja dan keseimbangan hidup.

Menurutnya, perempuan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan multitugas, tetapi juga harus menjaga kondisi fisik agar tetap prima.

“Kami ingin anggota terus meningkatkan kompetensi sekaligus berkontribusi dalam kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Ia menegaskan, perempuan memiliki peran strategis sebagai pendamping keluarga sekaligus pilar utama dalam membangun ketahanan rumah tangga dan masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *