Beritakota.id, Jakarta Selatan – Setelah lebih dari dua dekade sejak pertama kali dikenal publik, Yovie & Nuno kembali menghadirkan salah satu lagu populernya, “Kamu Bukan Kekasihku”, dalam balutan aransemen baru. Kali ini, lagu tersebut dibawakan bersama tiga penyanyi muda, Meiska, Prinsa Mandagie, dan Aruma, yang menghadirkan sudut pandang perempuan sebagai benang merah interpretasi baru.

Remake ini bukan sekadar menghidupkan kembali lagu lama. Yovie & Nuno ingin menunjukkan bahwa sebuah karya dapat memiliki makna berbeda ketika dinyanyikan dari perspektif dan karakter vokal yang berbeda, sekaligus menjembatani pendengar lama dengan generasi baru pencinta musik Indonesia.

Menurut gitaris Yovie & Nuno, Muchamad Ahadiyat atau Kang Diat, ide tersebut muncul dari rasa penasaran mengenai bagaimana cerita lagu ini akan terasa jika dibawakan oleh perempuan.

Versi baru dari ‘Kamu Bukan Kekasihku’ lahir karena rasa penasaran kami. Lagu yang tadinya dinyanyikan cowok, kali ini dibawakan ulang dari POV wanita. Cerita yang disampaikan pasti akan berbeda,” ujarnya.

Kolaborasi dengan Meiska, Prinsa Mandagie, dan Aruma sebenarnya tidak direncanakan sejak awal sebagai satu proyek bersama. Yovie & Nuno semula berencana bekerja sama dengan masing-masing penyanyi secara terpisah. Namun, kebersamaan mereka saat mempersiapkan konser perayaan 25 tahun Yovie & Nuno justru memunculkan chemistry yang dianggap kuat. Hal itu mendorong band tersebut menyatukan ketiganya dalam satu karya.

Vokalis Adi Julian mengatakan keputusan tersebut juga mengikuti intuisi dari Yovie Widianto setelah melihat kecocokan karakter para penyanyi saat tampil bersama.

Baca juga : Kolaborasi Qodir dan Arya Novanda Hasilkan Single Logila

Menjaga Identitas Lagu Sekaligus Membuka Peluang Proyek Baru

Salah satu tantangan terbesar dalam proses produksi adalah membagi bagian vokal agar karakter masing-masing penyanyi tetap menonjol tanpa menghilangkan identitas lagu yang sudah dikenal pendengar. Kang Diat mengakui proses menentukan pembagian suara menjadi pekerjaan paling rumit selama produksi karena setiap penyanyi memiliki warna vokal yang khas.

Meski demikian, Yovie & Nuno menilai justru perbedaan karakter tersebut menjadi kekuatan utama versi terbaru “Kamu Bukan Kekasihku”, sehingga menghadirkan pengalaman mendengarkan yang berbeda dibandingkan versi orisinalnya.

Di balik remake ini, Yovie & Nuno juga membuka peluang menghadirkan proyek kolaborasi serupa di masa mendatang. Mereka mengaku sempat mendiskusikan sebuah intellectual property (IP) bertajuk “JELITA” yang berisi kolaborasi dengan penyanyi perempuan. Meski masih sebatas wacana, proyek tersebut dinilai memiliki potensi untuk menghadirkan interpretasi baru atas karya-karya Yovie & Nuno yang telah dikenal luas.

Band ini juga tidak khawatir jika versi terbaru akan dibandingkan dengan lagu aslinya. Sebaliknya, mereka berharap perbandingan tersebut justru memunculkan rasa penasaran pendengar untuk kembali menikmati kedua versi.

Menjangkau Generasi Baru Pendengar

Di tengah perubahan cara generasi muda memandang hubungan dan berkembangnya media sosial, Yovie & Nuno berharap lagu ini tetap relevan dengan kondisi saat ini.

Lewat perspektif perempuan yang dihadirkan Meiska, Prinsa Mandagie, dan Aruma, mereka ingin mengajak pendengar melihat kembali makna sebuah hubungan—mana yang layak diperjuangkan, dan mana yang cukup dikenang meski tidak berakhir bersama.

Single “Kamu Bukan Kekasihku” versi terbaru kini sudah tersedia di berbagai platform musik digital. (Lukman Hqeem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *