Beritakota.id, Jakarta – Suasana hening menyelimuti Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata saat Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) menggelar ziarah peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-40. Rangkaian acara khidmat ini tidak hanya menjadi momen menundukkan kepala dan menabur bunga, tetapi juga peneguhan ingatan atas dua tokoh besar jurnalisme Indonesia: Raden Mas (BM) Diah dan Rosihan Anwar.

Ziarah yang dihadiri jajaran pengurus AMKI dari berbagai platform media, baik cetak, elektronik, maupun daring, menjadi ruang refleksi mendalam atas perjalanan pers Indonesia.

Ketua Umum AMKI Pusat, Tundra Meliala, menekankan pentingnya meneladani idealisme dan kesadaran kebangsaan yang ditanamkan oleh BM Diah dan Rosihan Anwar. ‘’Keduanya dianggap sebagai simbol bahwa jurnalisme Indonesia tak hanya terlahir dari berita dan analisis, melainkan juga dari keberanian sikap dan kesediaan memikul risiko Sejarah,’’ kata Tundra ditemuinya di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Selasa (3/2).

Ia mengatakan, BM Diah merupakan sang penyelamat naskah asli Proklamasi Kemerdekaan yang juga pendiri Harian Merdeka, dan Rosihan Anwar, jurnalis kritis serta penulis produktif yang pernah memimpin Harian Pedoman, meski memiliki perbedaan pandangan politik di masa lalu, pada akhirnya menunjukkan kedewasaan dan kemampuan rekonsiliasi.

‘’Keduanya kini beristirahat dalam satu kompleks di TMPN Kalibata, sebuah penghormatan negara yang sekaligus menjadi simbol perjalanan pers Indonesia tumbuh melalui perbedaan, diuji oleh konflik, namun dimatangkan oleh dialog dan persatuan demi kepentingan bangsa,’’tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *