Beritakota.id, Jakarta – PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) memperingati Hari Kanker Anak Sedunia dengan mengusung tema “Demonstrating Impact: From Challenge to Change”. Momentum ini dimanfaatkan Kalbe untuk menegaskan komitmennya dalam memberikan dampak nyata bagi pejuang kanker anak, khususnya melalui peningkatan perhatian terhadap pemenuhan nutrisi sebagai bagian penting dari keberhasilan terapi.
Kanker tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Berdasarkan laporan Indonesian Pediatric Cancer Registry periode 2021–2022, terjadi lonjakan kasus baru kanker anak hingga mencapai 3.834 kasus. Data ini menjadi pengingat pentingnya upaya komprehensif dalam penanganan kanker anak sejak dini, termasuk aspek medis dan dukungan gizi.
Medical General Manager PT Kalbe Farma Tbk, dr. Dedyanto Henky Saputra, M.Gizi, AIFO-K menjelaskan bahwa penyebab kanker pada anak berbeda dengan orang dewasa.
“Kanker pada anak umumnya bukan disebabkan oleh pola makan tidak sehat. Penyebab utama adalah perubahan genetik atau mutasi DNA. Selain itu, paparan polutan serta pertumbuhan sel abnormal yang tidak dapat dimatikan oleh tubuh juga dapat menjadi faktor. Dalam proses terapi, nutrisi merupakan fondasi penting untuk mendukung keberhasilan pengobatan,” ujarnya.
Menurutnya, pemenuhan nutrisi optimal tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga membantu tubuh anak menghadapi efek samping kemoterapi serta mempercepat proses pemulihan. Sebaliknya, kekurangan gizi atau malnutrisi dapat menghambat jadwal terapi dan menurunkan respons tubuh terhadap pengobatan.
Malnutrisi dapat berkembang menjadi anoreksia atau hilangnya nafsu makan. Jika tidak ditangani, kondisi ini berisiko berlanjut menjadi cachexia, yakni penurunan berat badan disertai kehilangan massa otot secara progresif dan gangguan metabolik. Pada tahap lebih lanjut, pasien dapat mengalami sarcopenia atau penurunan massa otot yang lebih berat.
Baca juga: Meski Pandemi, Kalbe Farma Masih Bisa Bagikan Dividen Rp1,3 Triliun
“Deteksi risiko malnutrisi sejak dini sangat penting. Penanganan gizi pasien kanker anak memerlukan kolaborasi dokter dan ahli gizi agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi selama terapi,” jelas dr. Dedy.
Selain pendampingan tenaga medis, strategi pemberian makan dalam porsi kecil namun padat gizi juga dianjurkan. Namun, dalam praktiknya, banyak anak mengalami kesulitan makan akibat efek samping terapi seperti sariawan, mual, dan muntah.
Brand Owner Nutrican, Yulius Denis Chrismaaji, menyebut tantangan tersebut menjadi perhatian Kalbe dalam menghadirkan solusi nutrisi khusus bagi pasien kanker anak.
“Kebutuhan nutrisi anak sering kali tidak terpenuhi bukan karena kemauan, tetapi karena mereka mengalami kesulitan makan selama terapi. Dukungan nutrisi tambahan diperlukan agar kebutuhan energi dan protein tetap tercukupi,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kalbe menghadirkan Nutrican Xential, suplemen nutrisi berbentuk susu yang diformulasikan khusus untuk pasien kanker anak. Produk ini mengandung tinggi protein dan kalori, omega-3, serta dilengkapi 13 vitamin dan 8 mineral guna membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa pengobatan.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Kalbe berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup pejuang kanker anak serta mendukung kelancaran proses terapi. Dengan dukungan nutrisi yang tepat, diharapkan semakin banyak anak memiliki peluang untuk pulih dan tumbuh lebih optimal. (***)

