Beritakota.id, Brebes – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau tanggul Sungai Babakan di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Sabtu, (28/3/ 2026).

Kunjungan ini dilakukan setelah banjir pada Rabu, (25/3/ 2026), merendam tujuh desa di wilayah tersebut.

Peninjauan dipusatkan di embung Desa Padakaton. Dalam kesempatan itu, Dody menyatakan penanganan Sungai Babakan akan diprioritaskan dari bagian muara. Menurut dia, langkah tersebut penting untuk memperlancar aliran air menuju laut.

Ia menjelaskan, selain pengerukan, pemerintah juga akan membangun struktur jeti di sisi kanan dan kiri muara. Infrastruktur ini berfungsi menahan sedimentasi agar tidak kembali masuk ke badan sungai saat angin kencang.

Baca juga: Banjir Brebes Lumpuhkan Jalur Mudik, Sungai Babakan Meluap Drastis!

Dody merujuk pada pengalaman penanganan sungai di Aceh. Ia menyebut, perbaikan muara menjadi langkah paling mendasar dalam mengatasi persoalan aliran sungai. Karena itu, ia meminta agar pekerjaan difokuskan lebih dulu pada bagian tersebut, meski proyek normalisasi sungai secara keseluruhan telah masuk dalam skema pendanaan pinjaman Bank Dunia.

Menurut Dody, percepatan penanganan muara diharapkan dapat mencegah luapan air ke jalan, terutama saat curah hujan tinggi kembali terjadi. “Yang penting saat hujan deras, air tidak lagi melimpas ke jalan,” ujarnya.

Pemerintah merencanakan penanganan Sungai Babakan dimulai pada 2026 dengan anggaran sekitar Rp 270 miliar dan ditargetkan selesai pada 2028. Adapun pekerjaan di bagian muara ditargetkan rampung lebih cepat, yakni pada akhir 2026.

Baca juga: BMKG: Pesisir Jawa hingga Sumatera Berpotensi Dilanda Banjir Rob

Dody menuturkan kondisi Sungai Babakan saat ini mengalami sedimentasi cukup parah, meski jarak ke muara relatif dekat. Ia menilai, pembenahan dari hilir akan memperlancar arus air dari hulu. Setelah itu, penanganan akan dilanjutkan ke bagian atas melalui normalisasi dan peninggian tanggul.

Ia menegaskan, strategi tersebut dipilih agar dampak banjir bisa segera ditekan, khususnya menjelang musim hujan berikutnya pada akhir 2026.

“Fokusnya muara dulu. Kalau aliran sudah lancar, baru berlanjut ke hulu secara bertahap,” kata dia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *