Beritakota.id, Jakarta — Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 resmi ditutup pada Selasa (5/5/2026) melalui kegiatan yang mempertemukan regulator, pelaku industri, asosiasi, hingga aparat penegak hukum. Acara ini menjadi puncak rangkaian program edukasi nasional yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap aset kripto, mulai dari peluang investasi, risiko, hingga pentingnya transaksi yang aman dan legal.

Selama satu bulan pelaksanaan, BLK 2026 menghadirkan lebih dari 25 kegiatan edukatif yang melibatkan lebih dari 4.300 peserta secara daring maupun luring di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut mencakup seminar publik, workshop teknis blockchain, diskusi regulasi, hingga pelatihan khusus bagi aparat penegak hukum.

Kegiatan juga diperluas melalui roadshow di sembilan kota dan kolaborasi dengan lebih dari 15 komunitas lokal. Tingginya partisipasi menunjukkan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap perkembangan industri aset digital di Indonesia.

Rangkaian kegiatan BLK 2026 diselenggarakan secara kolaboratif oleh Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), anggota ABI, serta berbagai lembaga dan pemangku kepentingan terkait.

Berdasarkan survei peserta, BLK 2026 mencatat sejumlah capaian positif. Sebanyak 87 persen responden dinilai telah memiliki tingkat literasi kripto kategori advanced. Selain itu, 90 persen peserta memahami dinamika pergerakan harga aset kripto, sementara 89,5 persen menyadari pentingnya bertransaksi melalui platform yang terdaftar dan berizin resmi sesuai ketentuan regulator.

Baca juga: Voucher Kripto Masuk Minimarket, TRIV Gandeng Indomaret Perluas Akses Investasi Digital

Tak hanya itu, sebanyak 85,3 persen peserta juga menunjukkan kebiasaan melakukan riset mandiri atau Do Your Own Research (DYOR) sebelum mengambil keputusan finansial. Angka tersebut menjadi indikator meningkatnya kedewasaan masyarakat dalam berpartisipasi di ekosistem aset digital.

Dalam acara penutupan, literasi kembali ditegaskan sebagai fondasi utama untuk membangun ekosistem kripto yang sehat, aman, dan berkelanjutan. Melalui edukasi yang tepat, masyarakat diharapkan mampu memahami penggunaan aset kripto secara lebih bijak dan bertanggung jawab.

Kolaborasi dengan aparat penegak hukum juga menjadi salah satu fokus utama dalam BLK 2026. Melalui sharing session khusus, pemahaman terkait aspek hukum dan mekanisme penanganan kasus kripto diharapkan semakin kuat, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri aset digital.

Ke depan, BLK diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga berkembang sebagai gerakan literasi berkelanjutan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Dengan tingkat pemahaman yang semakin baik, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan aset kripto secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab.

Bulan Literasi Kripto merupakan inisiatif tahunan yang diinisiasi oleh Asosiasi Blockchain Indonesia untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap aset kripto dan teknologi blockchain. Program ini melibatkan regulator, pelaku industri, akademisi, hingga aparat penegak hukum dalam mendukung pengembangan ekosistem blockchain yang sehat dan berdaya saing global. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *