Beritakota.id, Jakarta – Band legendaris DEWA 19 kembali menyapa penggemarnya di Malaysia lewat konser bertajuk “Cintaku Tertinggal di Malaysia” yang akan digelar pertengahan tahun ini di Kuala Lumpur. Tak sekadar konser biasa, panggung kali ini menjanjikan formasi istimewa dan sentuhan aransemen yang lebih megah dari sebelumnya.

Pengumuman resmi disampaikan langsung oleh Ahmad Dhani dalam konferensi pers di Java Rock, DEWA 19 Restography, kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (22/02/2026), menjelang waktu berbuka puasa. Turut hadir Andra Ramadhan, Yuke Sampurna, Agung Yudha, serta vokalis Virzha dan drummer tamu Tyo Nugros. Promotor konser, Iman Tang dari ICON Entertainment bahkan memboyong sejumlah awak media dari Malaysia untuk menyaksikan langsung momen tersebut.

Baca juga : Dewa 19 Tampil di Brebes, Ribuan Penonton Bertahan Meski Diguyur Gerimis

Konser ini menghadirkan formasi vokalis lintas era: Ari Lasso, Ello, dan Virzha. Perpaduan tiga karakter vokal berbeda ini diyakini akan menjadi magnet tersendiri bagi Baladewa dan Baladewi di negeri jiran. Ditambah kehadiran Tyo Nugros sebagai drummer bintang tamu, komposisi ini terasa seperti perayaan perjalanan panjang DEWA 19 di panggung musik Asia Tenggara.

Judul konser diambil dari salah satu single DEWA 19 pada dekade 2010-an, yang sekaligus menjadi simbol kedekatan emosional band ini dengan Malaysia. Sejak pertama kali menggelar konser di Kuala Lumpur saat merilis album Bintang Lima pada tahun 2000, hubungan DEWA 19 dengan penggemarnya di Malaysia memang terjalin erat.

Tak jarang, penggemar dari Indonesia—mulai dari Medan, Padang, Palembang hingga Batam—rela terbang ke Kuala Lumpur demi menyaksikan penampilan idolanya. Fenomena ini menunjukkan bahwa konser DEWA 19 di Malaysia bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan juga ajang temu lintas negara bagi komunitas penggemar.

Menurut Ahmad Dhani, konser kali ini akan menghadirkan kualitas produksi suara yang lebih baik. Ia menyebut DEWA 19 telah memiliki sekitar 25 lagu yang kini diperkaya dengan peningkatan tata suara, tambahan orkestrasi, serta aransemen string yang lebih matang dibandingkan versi aslinya.

“Aransemen dibuat lebih mewah, tapi pakem lagunya tetap sama,” ujar Dhani. Ia menegaskan bahwa perubahan ini tidak akan menghilangkan identitas lagu, sehingga penonton tetap bisa bernyanyi bersama tanpa merasa asing dengan versi barunya.

Lokasi konser dipastikan berlangsung di Axiata Arena Bukit Jalil, salah satu arena terbesar di Malaysia. Puluhan ribu penonton diperkirakan akan memadati venue tersebut. Optimisme pun datang dari promotor. Iman Tang berkaca pada konser DEWA 19 sebelumnya pada 2023 yang tiketnya ludes jauh sebelum hari pertunjukan.

Menariknya, konser ini juga akan diramaikan oleh PADI Reborn, band asal Surabaya yang memiliki basis penggemar kuat di Malaysia. Kehadiran PADI Reborn mempertegas nuansa “reuni Surabaya”, mengingat kedua band ini memang berasal dari kota yang sama dan memiliki sejarah pertemanan yang panjang di industri musik.

Kolaborasi dua band besar Indonesia ini diyakini akan menjadi catatan tersendiri dalam blantika musik Malaysia. PADI Reborn yang digawangi Piyu, Fadli, Rindra, Ari, dan Yoyo, juga kerap tampil di hadapan publik Malaysia dan memiliki penggemar setia di sana.

Iman Tang bahkan mengajak para penonton untuk mengenakan kaos resmi kedua band sebagai bentuk solidaritas dan perayaan bersama. Ia optimistis konser “Cintaku Tertinggal di Malaysia” bukan hanya akan memuaskan Baladewa dan Sobat Padi, tetapi juga menjadi pengalaman musik lintas generasi yang berkesan.

Dengan komposisi vokalis lintas era, produksi yang lebih megah, serta kolaborasi dua band besar asal Surabaya, konser ini berpotensi menjadi salah satu pertunjukan musik Indonesia paling bergaung di Malaysia tahun ini. (Adang / Lukman Hqeem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *