Beritakota.id, Jakarta – Diabetes Melitus tidak hanya memengaruhi kadar gula darah, tetapi juga berdampak signifikan terhadap sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini membuat penderita diabetes lebih rentan mengalami berbagai jenis infeksi, mulai dari infeksi ringan hingga yang berpotensi serius.

Menurut penjelasan medis dari dr. Christian Dion Saelan, terdapat sejumlah mekanisme yang menyebabkan penderita diabetes memiliki risiko infeksi lebih tinggi.

Salah satu faktor utama adalah terganggunya sistem imun. Kadar gula darah yang tinggi dapat menghambat kinerja sel darah putih dalam melawan bakteri dan virus. Dalam kondisi normal, sistem kekebalan tubuh mampu melindungi dari serangan patogen. Namun pada penderita diabetes, respons imun menjadi kurang efektif.

Selain itu, komplikasi seperti Neuropati Diabetik dan gangguan pembuluh darah turut memperburuk kondisi. Kerusakan saraf membuat penderita sering tidak menyadari adanya luka kecil, sementara sirkulasi darah yang buruk memperlambat proses penyembuhan. Hal ini meningkatkan risiko infeksi, terutama pada area kaki.

Kadar gula darah yang tinggi juga menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme. Bakteri dan jamur lebih mudah berkembang dalam kondisi glukosa tinggi, sehingga meningkatkan risiko infeksi kulit, saluran kemih, hingga infeksi jamur.

Gangguan fungsi sel darah putih juga menjadi faktor penting lainnya. Sel yang seharusnya menjadi garis pertahanan utama tubuh menjadi kurang optimal dalam mendeteksi dan menghancurkan kuman. Ditambah dengan kondisi resistensi insulin, tubuh semakin sulit menjaga keseimbangan metabolisme dan sistem imun.

Baca juga: Strategi Kolaborasi Terpadu Kalbe untuk Penanganan Diabetes di Indonesia yang Lebih Komprehensif

Cara Mencegah Infeksi pada Penderita Diabetes

Melihat tingginya risiko tersebut, langkah pencegahan menjadi sangat penting. Pengelolaan diabetes yang baik tidak hanya bertujuan menjaga kadar gula darah tetap stabil, tetapi juga mencegah komplikasi dan infeksi.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengontrol gula darah melalui pola makan sehat dan seimbang
  • Rutin berolahraga untuk meningkatkan sensitivitas insulin
  • Patuh terhadap pengobatan sesuai anjuran dokter
  • Menjaga kebersihan diri, termasuk merawat luka sekecil apa pun
  • Memperkuat sistem imun dengan asupan nutrisi yang cukup

Edukasi kepada masyarakat juga perlu ditingkatkan agar penderita diabetes memahami risiko yang dihadapi serta langkah pencegahan yang tepat.

Diabetes bukan hanya soal kadar gula darah, tetapi juga berkaitan erat dengan penurunan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, pengelolaan yang tepat dan penerapan gaya hidup sehat menjadi kunci utama dalam mencegah infeksi dan komplikasi lebih lanjut.

Dengan kesadaran dan disiplin dalam menjaga kesehatan, penderita diabetes tetap dapat menjalani hidup yang optimal dan berkualitas. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *