Beritakota.id, Jakarta – PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) mengumumkan pengunduran diri Grandy Prajayakti dari jabatannya sebagai Direktur Perseroan. Keputusan tersebut disampaikan hanya beberapa pekan setelah perusahaan yang didirikan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (IPO).

Direktur Keuangan PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk, Rumunggu Yokonapita, mengatakan perseroan telah menerima surat pengunduran diri Grandy pada 22 Juli 2026.

“Pengunduran diri tersebut disampaikan atas dasar alasan pribadi,” ujar Rumunggu dalam keterbukaan informasi, Jumat (24/7/2026).

Baca Juga: RANS Lahirkan Era Baru Valuasi Intellectual Property

Sesuai ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 33/POJK.04/2014, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) guna meminta persetujuan pemegang saham atas pengunduran diri tersebut.

Meski terjadi perubahan di jajaran direksi, manajemen memastikan keputusan tersebut tidak memberikan dampak material terhadap operasional maupun kondisi bisnis perusahaan.

“Pengunduran diri tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan,” kata Rumunggu.

Baca Juga: Tangis Nagita Warnai IPO RANS, Sebut Industri Kreatif Kini Jadi Motor Ekonomi Baru Indonesia

Grandy Prajayakti menjabat sebagai Direktur RANS sejak 2025. Sebelum masuk ke jajaran direksi, ia bergabung dengan grup RANS pada 2023 dan dipercaya menangani sejumlah anak usaha, di antaranya PT Rans Nikmat Sejahtera, PT Rans Kosmetika Indonesia, serta PT RFA Kharisma Internasional.

Sebelum bergabung dengan RANS, Grandy berkarier di lingkungan Trans Corp, termasuk di Trans Retail Indonesia dan Trans Studio Bandung. Lulusan Teknik Sipil Universitas Pelita Harapan itu dikenal memiliki pengalaman di bidang strategi pemasaran, operasional bisnis, serta pengembangan proyek di sektor media, industri kreatif, dan pariwisata.

Pengunduran diri Grandy menjadi salah satu dinamika korporasi yang terjadi setelah RANS resmi menyandang status sebagai perusahaan terbuka. Perseroan menegaskan proses transisi kepengurusan akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku tanpa mengganggu agenda bisnis maupun strategi pengembangan perusahaan ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *