Beritakota.id, Aceh Utara – Semangat berbagi pada Iduladha 1447 Hijriah kembali dirasakan masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh Utara. Dompet Dhuafa melalui Program Tebar Hewan Kurban menyalurkan hewan kurban kepada ratusan warga yang masih bertahan di tenda pengungsian dan hunian sementara pascabencana di Desa Riseh Teungoh, Kecamatan Sawang.

Sebanyak 800 warga penerima manfaat merasakan langsung distribusi daging kurban yang dilakukan Dompet Dhuafa Aceh bersama masyarakat setempat. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebahagiaan Iduladha bagi masyarakat yang hingga kini masih berjuang memulihkan kehidupan setelah diterjang banjir bandang.

Kepala Desa Riseh Teungoh, Sukri Puteh, menyampaikan apresiasi kepada para pekurban yang telah mempercayakan kurbannya melalui Dompet Dhuafa sehingga dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan di wilayahnya.

Baca juga: Kurban Dompet Dhuafa Tembus 2,5 Juta Penerima Manfaat, Naik 12,93 Persen

“Alhamdulillah, terima kasih kepada para donatur yang telah berkurban melalui Dompet Dhuafa. Daging kurban telah didistribusikan kepada warga kami yang terdampak banjir bandang. Saat ini sekitar 800 warga masih tinggal di tenda pengungsian dan rumah sementara bantuan pemerintah,” ujar Sukri Puteh.

Desa Masih Berjuang Pulih dari Dampak Banjir Bandang

Menurut Sukri, dampak bencana yang melanda wilayah tersebut masih sangat terasa hingga saat ini. Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah warga, tetapi juga berbagai fasilitas publik yang menjadi penopang aktivitas masyarakat sehari-hari.

Ia menjelaskan sekitar 86 persen kawasan desa terdampak banjir bandang. Kerusakan meliputi kantor desa, masjid, sekolah, pasar, hingga sejumlah fasilitas umum lainnya.

“Banyak rumah warga yang hanyut terbawa arus banjir. Sampai sekarang proses pemulihan masih terus berjalan,” katanya.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga belum dapat kembali menjalani kehidupan secara normal. Keterbatasan fasilitas dan akses ekonomi menjadi tantangan yang masih dihadapi masyarakat pascabencana.

Strategi Distribusi Kurban Agar Tepat Sasaran

Dalam penyaluran kurban tahun ini, Dompet Dhuafa menerapkan mekanisme distribusi yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Sebanyak 16 ekor domba didistribusikan ke Desa Riseh Teungoh untuk disembelih dan dibagikan kepada warga.

Menariknya, satu ekor hewan kurban langsung dialokasikan untuk sekitar 10 kepala keluarga. Sistem ini diterapkan agar proses pencacahan dan pembagian daging berlangsung lebih cepat serta merata kepada seluruh penerima manfaat.

Langkah tersebut juga mempertimbangkan keterbatasan sarana penyimpanan di lokasi pengungsian. Banyak warga belum memiliki akses terhadap lemari pendingin atau fasilitas penyimpanan daging yang memadai.

Dengan pola distribusi tersebut, daging kurban dapat langsung dimanfaatkan oleh keluarga penerima tanpa risiko terbuang akibat keterbatasan penyimpanan.

Baca juga: Bali United Kembali Gelar Kurban di Hari Raya Idul Adha

Pengungsi Jadi Prioritas Distribusi Kurban 2026

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Aceh, Rizki Fauzan, mengatakan wilayah terdampak bencana menjadi salah satu fokus utama distribusi kurban tahun ini. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang hidup dalam kondisi terbatas setelah bencana melanda.

“Banyak masyarakat di Aceh yang masih tinggal di tenda-tenda pengungsian pascabencana banjir bandang. Karena itu, pada momentum kurban tahun ini kami memprioritaskan distribusi ke wilayah-wilayah yang terdampak,” kata Rizki.

Ia menjelaskan bahwa selain akses yang masih terbatas, sejumlah fasilitas umum dan aktivitas ekonomi masyarakat juga belum pulih sepenuhnya.

Desa Riseh Teungoh menjadi salah satu daerah yang diprioritaskan karena tingkat kerusakan yang cukup tinggi dan kebutuhan bantuan yang masih besar.

Kurban Jadi Sarana Pemulihan dan Penguatan Solidaritas

Program distribusi kurban ke daerah terdampak bencana tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral bagi warga yang sedang bangkit dari masa sulit.

Melalui Program Tebar Hewan Kurban, Dompet Dhuafa terus berupaya memastikan manfaat kurban dapat dirasakan masyarakat di daerah pelosok, wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta kawasan terdampak bencana dan krisis kemanusiaan.

Di tengah proses pemulihan pascabanjir bandang yang masih berlangsung, kehadiran daging kurban menjadi simbol kepedulian dan solidaritas yang memperkuat semangat warga untuk kembali bangkit membangun kehidupan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *