Beritakota.id, Jakarta — IDSurvey melalui Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menggelar FIRST Summit 2026 bertajuk “One Way, One Day, FIRST Lead The Way” sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan arah program TJSL di seluruh entitas grup, yakni BKI, SUCOFINDO, dan Surveyor Indonesia.
Forum tersebut menjadi bagian dari upaya IDSurvey memastikan implementasi TJSL tidak berjalan sendiri-sendiri di masing-masing perusahaan, melainkan terintegrasi dalam satu arah kebijakan yang selaras dengan strategi holding, kebutuhan bisnis, serta ekspektasi para pemangku kepentingan.
Chief Financial Officer (CFO) IDSurvey, Sinung Triwulandari, mengatakan TJSL saat ini tidak lagi dipandang sekadar aktivitas sosial di luar bisnis perusahaan.
Menurutnya, TJSL telah menjadi bagian penting dalam menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
“Sebagai holding jasa Testing, Inspection, Consulting, and Certification (TICC), keberlanjutan bisnis IDSurvey tidak hanya bergantung pada keunggulan operasional, tetapi juga kualitas hubungan dengan masyarakat, regulator, pelanggan, hingga komunitas sekitar,” ujar Sinung dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, TJSL memiliki fungsi strategis dalam membangun dan menjaga social license to operate atau penerimaan sosial yang menjadi fondasi penting keberlangsungan usaha perusahaan.
Menurutnya, izin formal memang menjadi dasar operasional perusahaan, namun pertumbuhan bisnis jangka panjang juga sangat dipengaruhi tingkat kepercayaan sosial yang dibangun melalui hubungan yang sehat dan berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan.
Karena itu, TJSL dinilai perlu ditempatkan sebagai bagian integral dari strategi perusahaan dalam membangun legitimasi, kepercayaan publik, dan hubungan jangka panjang.
Baca juga: 38 Perusahaan Nasional Raih Penghargaan Human Capital & Performance Award 2023
Dalam forum tersebut, IDSurvey juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait penyusunan Roadmap TJSL IDSurvey Group. Agenda itu bertujuan memastikan seluruh program TJSL di setiap entitas tetap berada dalam koridor strategis yang sama, namun tetap adaptif terhadap karakter bisnis dan kebutuhan operasional masing-masing perusahaan.
“Penyelarasan ini penting agar TJSL IDSurvey Group tidak hanya kuat pada level aktivitas, tetapi juga konsisten dalam arah, terukur dalam dampak, serta semakin relevan dalam menjawab kebutuhan pemangku kepentingan,” kata Sinung.
Melalui langkah tersebut, IDSurvey menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat praktik bisnis yang bertanggung jawab, adaptif, dan mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan maupun masyarakat luas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Direktorat TJSL Badan Pengaturan BUMN, Fahrudin, yang memaparkan arah strategis TJSL sebagai instrumen pembentukan ekosistem industri dan masyarakat yang semakin membutuhkan layanan testing, inspection, certification, verification, hingga sustainability assurance.
Menurut Fahrudin, TJSL IDSurvey memiliki peran strategis dalam membangun budaya standar sekaligus memperkuat ekosistem keberlanjutan nasional.
“TJSL IDSurvey bukan sekadar program sosial, melainkan instrumen strategis untuk membangun budaya standar, menciptakan ekosistem keberlanjutan, serta memperluas permintaan terhadap layanan assurance nasional,” ujarnya.
Ia juga menilai potensi besar TJSL dapat dimanfaatkan untuk memperkuat bisnis inti sekaligus membuka peluang pasar baru bagi layanan jasa TICC IDSurvey Group.
Melalui berbagai program TJSL seperti pembinaan dan sertifikasi UMKM meliputi Halal, SNI, HACCP, ISO, TKDN, hingga ESG, edukasi industri hijau dan rantai pasok berstandar, pendampingan sustainability reporting, serta literasi carbon footprint dan traceability, IDSurvey Group disebut terus berkontribusi dalam mendorong Indonesia yang lebih terstandarisasi, tersertifikasi, dan berkelanjutan. (Adang Sumarma)

