Beritakota.id, Jakarta – Dukungan pemerintah daerah melalui berbagai kebijakan insentif kendaraan listrik dinilai menjadi katalis penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia. Kondisi tersebut turut mendorong optimisme sektor swasta untuk memperluas investasi di ekosistem kendaraan listrik nasional, khususnya pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Ketua Umum Asosiasi Pengembang Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik Umum Indonesia sekaligus Managing Director Utomo Charge+ di bawah PT Utomo Mobilitas Bersih Indonesia, Anthony Utomo, mengatakan kebijakan seperti pembebasan pajak daerah dan relaksasi aturan ganjil genap bagi kendaraan listrik menjadi langkah strategis yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan industri pendukung kendaraan listrik.
Menurutnya, berbagai insentif tersebut tidak hanya meningkatkan minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik, tetapi juga menciptakan kepastian pasar bagi para investor dan pelaku usaha di sektor pendukung, termasuk SPKLU.
“Ketika pemerintah daerah memberikan insentif nyata kepada pengguna kendaraan listrik, maka efek dominonya langsung terasa kepada industri pendukung, khususnya sektor SPKLU. Ini membuka keyakinan bagi swasta bahwa pasar EV Indonesia akan tumbuh lebih cepat dan lebih sehat,” ujar Anthony, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, tantangan utama investasi SPKLU selama ini tidak hanya berkaitan dengan teknologi dan besarnya modal awal, tetapi juga menyangkut kepastian utilisasi dan pertumbuhan populasi kendaraan listrik di Indonesia. Dengan adanya dukungan kebijakan dari pemerintah daerah, pertumbuhan pengguna kendaraan listrik diperkirakan akan meningkat signifikan, terutama di kota-kota besar dengan tingkat mobilitas tinggi.
ASPELUSI menilai momentum tersebut harus dimanfaatkan dengan mempercepat pembangunan jaringan charging station secara lebih luas dan merata oleh sektor swasta.
Anthony menegaskan, keberadaan SPKLU kini bukan lagi sekadar fasilitas pendukung, melainkan bagian penting dari transformasi sistem energi dan mobilitas nasional menuju era kendaraan ramah lingkungan.
Baca juga: PLN dan ZORA Luncurkan SPKLU Signature ZORA Berteknologi Liquid Cooling Pertama di Indonesia
“SPKLU akan menjadi infrastruktur masa depan yang perannya setara dengan SPBU pada era kendaraan konvensional,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai kebutuhan investasi infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, PLN, operator charging station, pemilik lahan, pusat perbelanjaan, kawasan komersial, hingga pelaku logistik dan transportasi.
Menurut Anthony, tren elektrifikasi kini juga mulai berkembang di sektor komersial dan logistik, mulai dari layanan ride-hailing, kendaraan operasional perusahaan, hingga truk listrik.
“Kami melihat Indonesia sedang bergerak menuju era electric mobility economy. Oleh karena itu, konsistensi regulasi menjadi sangat penting agar investasi swasta dapat masuk dengan tingkat kepercayaan yang tinggi,” jelasnya.
ASPELUSI berharap dukungan pemerintah daerah terus diperluas melalui berbagai kebijakan yang pro terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik, seperti kemudahan perizinan lokasi SPKLU, integrasi dengan kawasan publik dan transportasi, hingga insentif penggunaan energi bersih.
Sebagai asosiasi yang menaungi pelaku industri SPKLU swasta, ASPELUSI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat elektrifikasi transportasi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan. (***)

