Beritakota.id, Jakarta – Pertemuan antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipimpin Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menghasilkan percepatan signifikan dalam pemutakhiran DTSEN Volume 2 Tahun 2026.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akarab Gus Ipul menyebut, pembaruan data yang biasanya diterima setiap tanggal 20 kini bisa diterima lebih cepat, yakni pada tanggal 10 setiap triwulan. Hal ini memungkinkan percepatan penyaluran bansos kepada masyarakat. “Alhamdulillah untuk Triwulan kedua ini kita sudah bisa terima pada tanggal 10,” ujar Gus Ipul dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Data terbaru DTSEN ini akan menjadi dasar utama penetapan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada triwulan II. Selain itu, data tersebut juga digunakan untuk menjaring calon siswa Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027.
Menariknya, proses rekrutmen Sekolah Rakyat tidak melalui pendaftaran terbuka, melainkan melalui sistem penjangkauan berbasis data DTSEN, khususnya untuk masyarakat di Desil 1 dan Desil 2.
Di sisi lain, pemadanan data dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) juga terus diperkuat untuk memastikan akurasi.
Kepala BPS Amalia mengungkapkan, jumlah data mengalami perubahan setelah pemutakhiran. Total keluarga meningkat dari 95,0 juta menjadi 95,3 juta keluarga, sementara jumlah individu naik dari 289,0 juta menjadi 289,3 juta jiwa.
Perubahan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti data kematian, kelahiran baru, serta reaktivasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan kartu keluarga.
Tak hanya itu, BPS juga menemukan tingkat kesalahan inklusi (inclusion error) yang sangat kecil, yakni hanya 11.014 keluarga atau sekitar 0,06 persen dari total 18,15 juta penerima bansos pada triwulan sebelumnya.
Temuan ini menunjukkan kualitas data bansos yang semakin akurat dan tepat sasaran.

