Beritakota.id, Pasuruan – Kunjungan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) ke pabrik AQUA di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, kembali memperkuat klaim bahwa sumber air Aqua berasal dari air pegunungan. Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN Heru Sutadi, mengatakan bahwa pantauan langsung BPKN di lapangan memberikan kejelasan soal karakter sumber air yang digunakan Aqua.
“Pada kunjungan itu kami menyaksikan sendiri bahwa Aqua benar-benar menggunakan air dari gunung. Perlindungan sumber airnya dilakukan dengan ketat dan konservasinya dijalankan dengan serius. Persepsi bahwa ini air bor seperti kebutuhan rumah tangga tidak sesuai fakta,” kata Heru.
Berdasarkan penelusuran, mata air yang digunakan Aqua Pandaan berasal dari sumber air terlindungi di sekitar gunung Arjuno. Menurutnya, Aqua telah menerapkan konsep keberlanjutan dalam proses pengambilan air hingga pengolahan.
Baca juga: BPKN Pastikan Aqua Tak Langgar Hak Konsumen, Sumber Air Pegunungan Terbukti
Pendekatan ilmiah dan prinsip kehati-hatian disebut menjadi dasar pengelolaan sumber air pegunungan di lokasi tersebut. BPKN juga menilai bahwa Aqua telah menunjukkan komitmen dalam menjaga kualitas air mineral, transparansi operasional, serta kepatuhan terhadap regulasi.
“Dengan kualitas seperti yang kami lihat, konsumen semestinya tidak perlu ragu,” katanya.
Selain aspek sumber air, kunjungan BPKN juga menyoroti komitmen keberlanjutan Aqua. Dia menyebutkan bahwa perusahaan telah menjalankan berbagai program konservasi seperti penanaman pohon, pembangunan sumur resapan, kolam infiltrasi, serta kolaborasi pertanian regeneratif di area Daerah Aliran Sungai yang dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem hulu.
VP General Secretary Aqua, Vera Galuh Sugijanto mengatakan bahwa keterbukaan fasilitas produksi merupakan bagian dari edukasi publik. Dia melanjutkan, Aqua menerapkan standar mutu lebih dari 400 parameter SNI di setiap pabrik
Baca juga: Aqua Raih Anugerah Penggerak Nusantara Berkat CSR Berkelanjutan
“Rumah sumber air kami terbuka untuk dilihat, dan kunjungan ini memperlihatkan secara langsung kondisi sumber air yang sesungguhnya. Jika muncul anggapan air bor, itu lebih kepada metode teknis, bukan asal sumbernya,” kata Vera.
Vera menjelaskan sejumlah program konservasi yang dijalankan perusahaan, mulai dari penanaman vegetasi, pembangunan sumur resapan, kolaborasi pertanian regeneratif, hingga program WASH yang memperluas akses air bersih bagi masyarakat sekitar. Program itu disebut telah memberikan manfaat kepada lebih dari 20 ribu warga.
Data konservasi hingga 2024 mencatat bahwa lebih dari 2,6 miliar liter air per tahun berhasil dikembalikan ke tanah di wilayah Pandaan melalui berbagai inisiatif pengelolaan daerah aliran sungai. Program tersebut dijalankan bersama lembaga riset, komunitas lokal, dan pemerintah daerah.
Kunjungan BPKN menjadikan klaim Aqua sebagai air pegunungan bukan sekadar jargon melainkan fakta yang sudah diverifikasi di lapangan. Lebih dari itu, Aqua menerapkan standar sistem pengelolaan yang profesional dan bermuara pada perlindungan lingkungan.


