Beritakota.id, Jakarta – Kebutuhan anggaran untuk merevitalisasi infrastruktur yang rusak akibat bencana di tiga provinsi terparah, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, diproyeksikan mencapai Rp 51 triliun. Namun, angka ini berpotensi terus bertambah seiring dengan pendataan kerusakan yang masih berlangsung di sejumlah daerah.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyatakan bahwa perhitungan sementara dari Kemenko Infrastruktur tersebut masih dapat berubah.

“Pasti berubah, karena begitu kita masuk ke daerah yang belum terdata, pasti kita akan lebih tahu lagi berapa sekolah yang rusak, berapa kantor camat, kantor desa, pesantren, masjid, gereja yang harus kita perbaiki,” ujar Dody dalam Media Briefing di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Kamis (18/12).

Pemerintah telah melakukan upaya revitalisasi berbagai infrastruktur, mulai dari jalan, jembatan, sungai, irigasi, hingga bendungan di ketiga provinsi tersebut, dengan Aceh menjadi daerah yang paling parah terdampak.

Baca juga; Diskon Tarif Tol 10-20 Persen Sambut Libur Nataru 2025/2026

Catatan Kementerian PU merinci dampak bencana di ketiga provinsi. Di Aceh, terdapat 419 titik terdampak banjir dan 58 titik terdampak longsor, menyebabkan tanggul jebol, jalan dan jembatan putus. Sumatera Utara mencatat 180 titik banjir dan 126 titik longsor, sementara Sumatera Barat terdapat 427 titik banjir dan 203 titik longsor.

Menghadapi skala kerusakan yang masif ini, Kementerian PU juga mengerahkan 402 relawan, dengan rincian 234 ke Aceh, 101 ke Sumatera Utara, dan 67 ke Sumatera Barat, mengingat personel insinyur yang ada saat ini dirasa kurang memadai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *