Beritakota.id, Jakarta – Di balik ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit), perjuangan bayi-bayi prematur untuk bertahan hidup berlangsung setiap hari. Namun di RSIA Bunda Jakarta, layanan NICU dimaknai lebih dari sekadar perawatan intensif neonatal. Rumah sakit ini menjadikan NICU sebagai pusat perawatan terpadu untuk mendukung kualitas hidup bayi sejak hari pertama kelahiran.
Sebagai bagian dari PT Bundamedik Tbk (BMHS), RSIA Bunda Jakarta terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak melalui pengembangan NICU holistik dan terintegrasi.
Dengan pengalaman lebih dari 53 tahun, RSIA Bunda Jakarta membangun layanan NICU yang tidak hanya berfokus pada keselamatan bayi, tetapi juga tumbuh kembang jangka panjang. Fondasi layanan tersebut dirintis lebih dari dua dekade lalu oleh Risma Kerina Kaban yang membentuk tim NICU dengan pendekatan multidisiplin dan berkesinambungan.
Pengembangan layanan kini dilanjutkan oleh R. Adhi Teguh Perma Iskandar yang juga menjabat Ketua UKK Neonatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia. Dalam tiga tahun terakhir, layanan NICU RSIA Bunda Jakarta berkembang pesat melalui penerapan Family Integrated Care (FICare) dan fasilitas komprehensif lainnya hingga menjadi pusat rujukan nasional.
“Bagi kami, NICU bukan hanya tentang menyelamatkan kehidupan, tetapi juga mempersiapkan kehidupan setelahnya,” ujar dr. Adhi, Kamis (7/5).
Melalui pendekatan FICare, orang tua dilibatkan secara aktif dalam proses perawatan bayi sejak awal. Mereka mendapatkan edukasi dan pendampingan menyeluruh agar mampu berperan langsung dalam mendukung pemulihan serta perkembangan bayi.
Salah satu keunggulan NICU RSIA Bunda Jakarta adalah optimalisasi pemberian ASI ibu kandung atau mother’s own milk (MOM), khususnya bagi bayi prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR) yang kerap menjadi tantangan di banyak fasilitas kesehatan.
Melalui sistem perawatan terintegrasi, hampir seluruh bayi kecil di NICU memperoleh ASI langsung dari ibunya. Program ini diperkuat dengan penerapan Kangaroo Mother Care (KMC) sejak dini yang melibatkan ibu, ayah, dan keluarga dalam proses perawatan bayi.
Metode KMC membantu menjaga stabilitas kondisi bayi sekaligus meningkatkan produksi ASI ibu. Selain menjadi sumber nutrisi utama, ASI juga memberikan perlindungan imun yang sangat penting bagi bayi prematur karena komposisinya menyesuaikan usia kehamilan bayi.
Keberhasilan layanan NICU juga didukung sistem pengendalian infeksi yang ketat. Edukasi keluarga dilakukan secara intensif dan berkelanjutan sejak awal masa perawatan.
Dalam 10 hingga 15 tahun terakhir, NICU RSIA Bunda Jakarta dilaporkan tidak menangani kasus sepsis pada bayi, yang menjadi salah satu indikator penting kualitas layanan NICU.
Tak hanya fokus pada layanan intensif neonatal, RSIA Bunda Jakarta juga menghadirkan Neuro Development Center sebagai pusat layanan terpadu untuk mendukung tumbuh kembang bayi dan anak secara berkelanjutan.
Baca juga: Inovasi EEG Portabel di RSIA Bunda Jakarta Permudah Diagnosis Epilepsi Anak Lebih Cepat dan Akurat
Layanan tersebut dijalankan melalui koordinasi multidisiplin yang dipimpin Achmad Rafli bersama tim spesialis dan penasihat. Konsep yang diusung adalah integrasi layanan sejak masa kehamilan hingga pascakelahiran.
Program seperti Maternity Academia dan praktik Kangaroo Mother Care juga menjadi bagian dari stimulasi awal perkembangan sensorik bayi yang sejalan dengan pendekatan neurodevelopment.
Didukung tim perawat NICU berpengalaman, RSIA Bunda Jakarta mampu memberikan perawatan intensif bagi bayi dengan kondisi sangat rentan, termasuk bayi dengan berat lahir di bawah 1.000 gram hingga sekitar 700 gram.
Dengan pendekatan komprehensif tersebut, bayi yang lahir dalam kondisi kritis tidak hanya memiliki peluang bertahan hidup lebih besar, tetapi juga kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.
Penguatan layanan NICU ini diperkenalkan bertepatan dengan peringatan International Nurses Day sebagai bentuk apresiasi terhadap peran penting perawat NICU dalam penerapan Family Integrated Care.
Dalam pendekatan tersebut, perawat tidak hanya menjalankan fungsi klinis, tetapi juga menjadi pendamping keluarga melalui edukasi, dukungan emosional, dan keterlibatan langsung dalam proses perawatan bayi sehari-hari.
Melalui komunikasi yang hangat dan empatik antara tim medis dan keluarga, orang tua diharapkan memiliki pemahaman serta kepercayaan diri dalam mendampingi perjalanan hidup anak sejak awal kehidupan.
Dalam implementasi Family Integrated Care, NICU RSIA Bunda Jakarta mengintegrasikan tiga pilar utama, yakni Clinical Excellence melalui standar perawatan medis yang tinggi, Parent Integration dengan keterlibatan aktif orang tua, serta Developmental Focus yang mendukung tumbuh kembang bayi sejak dini.
Ke depan, RSIA Bunda Jakarta akan terus memperkuat pengembangan layanan NICU di berbagai unit dan cabang sebagai bagian dari komitmen menghadirkan standar perawatan neonatal yang konsisten dan berkualitas. (***)

