Beritakota.id, Jakarta – Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, perhatian terhadap kesehatan tulang masih kerap terabaikan, terutama di kalangan usia muda. Padahal, masa muda merupakan periode krusial dalam membangun fondasi tulang yang kuat sebagai investasi kesehatan jangka panjang.
PT Kalbe Farma Tbk terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan tulang sejak dini. Selama ini, masih banyak anggapan bahwa gangguan tulang hanya dialami oleh lansia, padahal puncak kepadatan tulang justru terjadi pada usia produktif, yakni 18 hingga 30 tahun.
Medical & Pharmacovigilance Manager Kalbe, dr. Lyon Clement, menegaskan bahwa kesehatan tulang harus mulai diperhatikan sejak usia muda.
“Kesehatan tulang sering kali baru disadari ketika keluhan sudah muncul. Padahal, proses pembentukan tulang dimulai sejak dini dan mencapai puncaknya di usia produktif. Jika tidak dijaga, risiko osteoporosis di masa depan akan meningkat,” ujarnya dalam siaran Instagram @ptkalbefarmatbk, Jumat (10/4).
Rendahnya kesadaran masyarakat juga tercermin dari data Persatuan Osteoporosis Indonesia yang menunjukkan lebih dari 41,7 persen masyarakat Indonesia mengalami osteopenia, yaitu tahap awal sebelum osteoporosis.
Menurut dr. Lyon, kesehatan tulang dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, terutama asupan nutrisi dan aktivitas fisik. Kekurangan kalsium dan vitamin D masih menjadi masalah umum, meskipun Indonesia memiliki paparan sinar matahari yang melimpah.
“Asupan kalsium harian orang dewasa idealnya 800–1.000 mg, namun rata-rata masyarakat masih di bawah angka tersebut. Kekurangan vitamin D juga sering terjadi, dan kombinasi ini dapat meningkatkan risiko gangguan tulang,” jelasnya.
Baca juga: Kalbe Peringati Hari Kanker Anak Sedunia, Soroti Pentingnya Nutrisi untuk Dukung Keberhasilan Terapi
Selain itu, gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik turut mempercepat penurunan massa tulang. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk rutin berolahraga, menghindari merokok, membatasi konsumsi alkohol, serta melakukan pemeriksaan kepadatan tulang secara berkala.
Sebagai solusi, Kalbe menghadirkan produk suplemen kesehatan tulang seperti Osfit yang diformulasikan dengan kombinasi kalsium, vitamin D3, serta mineral pendukung seperti boron dan zink untuk membantu penyerapan nutrisi secara optimal.
Product Management Kalbe, Fernando Hose, menjelaskan bahwa suplemen ini dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tulang yang belum tercukupi dari pola makan sehari-hari.
“Osfit mengandung kalsium, vitamin D3, serta mineral penting yang berperan dalam metabolisme tulang. Ditambah vitamin B6, B9, dan B12 untuk mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsumsi suplemen sebaiknya dilakukan setelah makan agar penyerapannya lebih optimal.
Melalui edukasi berkelanjutan dan inovasi produk, Kalbe berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kesehatan tulang harus dimulai sejak dini sebagai investasi besar untuk masa depan yang lebih sehat. (***)

