Beritakota.id, Jakarta — Menopause merupakan fase alami dalam kehidupan perempuan yang menandai berakhirnya siklus menstruasi dan kemampuan reproduksi. Umumnya, menopause terjadi pada rentang usia 45–55 tahun dan tidak hanya ditandai dengan berhentinya haid, tetapi juga diikuti berbagai perubahan fisik, psikologis, hingga kesehatan seksual.

Menurut dr. Rinto Riantori, Sp.OG, Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Premier Bintaro, perubahan tubuh menjelang menopause dapat terjadi secara bertahap maupun tiba-tiba. Masa transisi sebelum menopause dikenal sebagai perimenopause, yang umumnya dimulai sejak usia 40-an dan dapat berlangsung selama beberapa tahun.

“Pada fase perimenopause, wanita mulai mengalami fluktuasi hormon estrogen dan progesteron. Dampaknya bisa berupa siklus menstruasi yang tidak teratur, hot flashes, gangguan tidur, hingga perubahan suasana hati,” ujar dr. Rinto kepada redaksi beritakota.id, Selasa (27/1).

Menopause terjadi secara alami seiring bertambahnya usia akibat menurunnya fungsi ovarium. Kondisi ini menyebabkan produksi hormon estrogen dan progesteron berkurang, sehingga indung telur tidak lagi melepaskan sel telur dan menstruasi berhenti secara permanen.

dr. Rinto menegaskan bahwa persiapan sejak masa pra-menopause sangat penting agar wanita dapat menjalani fase menopause dengan lebih nyaman dan sehat. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain memahami perubahan hormonal, menjaga pola makan seimbang, serta rutin melakukan aktivitas fisik.

“Konsumsi makanan kaya kalsium, vitamin D, dan protein sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang dan otot. Selain itu, olahraga seperti jalan kaki, yoga, dan latihan kekuatan membantu menjaga keseimbangan hormon serta kesehatan mental,” jelasnya.

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental wanita menopause juga perlu mendapat perhatian. Perubahan hormon dapat memicu stres, kecemasan, hingga perubahan emosi. Meditasi, konseling, serta dukungan keluarga dan lingkungan sekitar dapat membantu wanita beradaptasi dengan lebih baik.

Baca juga: Layanan Ortopedi RS Premier Bintaro Berteknologi Mutakhir

Pemeriksaan rutin ke dokter kandungan juga menjadi langkah penting selama masa pra-menopause. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan terapi, baik berupa terapi penggantian hormon (HRT) maupun pendekatan non-hormonal, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.

Memasuki masa pascamenopause, kadar estrogen menetap pada tingkat yang lebih rendah. Hal ini meningkatkan risiko osteoporosis, penyakit jantung, dan gangguan metabolik. Oleh karena itu, wanita dianjurkan untuk tetap menjaga asupan nutrisi, rutin melakukan latihan beban, serta menerapkan pola hidup sehat.

“Pemeriksaan kesehatan rutin seperti tes kepadatan tulang, mamografi, dan pap smear tetap sangat penting untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini,” tambah dr. Rinto.

Selain aspek medis, menjaga kualitas hidup wanita pascamenopause juga menjadi fokus utama. Tetap aktif secara sosial, menjalani hobi, serta menjaga kesehatan mental dapat membantu wanita tetap produktif, mandiri, dan percaya diri.

Pada dasarnya, menopause adalah proses alami yang tidak selalu memerlukan penanganan khusus. Namun, dr. Rinto mengingatkan agar wanita segera berkonsultasi ke dokter apabila mengalami keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti perdarahan vagina yang tidak normal atau gejala menopause yang berat.

“Dengan pendampingan medis yang tepat, keluhan menopause dapat dikelola dengan baik sehingga kesehatan dan kualitas hidup wanita tetap terjaga,” pungkasnya.

Untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang sesuai, masyarakat dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis di RS Premier Bintaro. Informasi lebih lanjut tersedia melalui situs resmi rspremierbintaro.com, WhatsApp 0812-2230-9911, atau RS Premier Careline 1500 908. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *