Beritakota.id, Jakarta – PT Phapros berhasil mencatatkan kinerja impresif sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp27,44 miliar. Capaian ini melonjak 109% secara tahunan (year-on-year/yoy), berbalik dari kerugian Rp290,63 miliar pada tahun sebelumnya, sekaligus melampaui kinerja 2023 yang hanya mencatatkan laba Rp6,01 miliar.
Pertumbuhan signifikan tersebut ditopang oleh lonjakan penjualan serta keberhasilan strategi efisiensi operasional yang dijalankan perseroan. Sepanjang 2025, Phapros mencatatkan penjualan sebesar Rp940,88 miliar atau tumbuh 26,34% yoy. Kenaikan terjadi di seluruh segmen, mulai dari obat bebas (OTC) yang naik 43,20%, obat generik berlogo (OGB) tumbuh 13,95%, hingga segmen ethical yang melonjak 54,94%.
Efisiensi Biaya Jadi Kunci Pemulihan PT Phapros
Selain pertumbuhan penjualan, perbaikan kinerja Phapros juga didorong oleh efisiensi biaya yang agresif. Beban pokok penjualan (COGS) berhasil ditekan 5,41% menjadi Rp448,37 miliar, sementara beban usaha turun 14,64% menjadi Rp406,43 miliar.
Penurunan rasio COGS terhadap penjualan dari 63,65% pada 2024 menjadi 47,65% di 2025 mencerminkan peningkatan efisiensi proses produksi serta perbaikan margin laba kotor. Bahkan, biaya pemasaran dan distribusi turut ditekan hingga 27,8% yoy.
Kondisi ini memperkuat fundamental keuangan perseroan, yang juga ditandai dengan penurunan liabilitas sebesar 7,45% menjadi Rp959,70 miliar dan peningkatan ekuitas sebesar 8,74% menjadi Rp427,47 miliar.
Dari sisi likuiditas, arus kas operasi tercatat positif Rp123,75 miliar dengan posisi kas akhir tahun mencapai Rp120,98 miliar, naik 31,49% dibandingkan tahun sebelumnya.
Transformasi Bisnis Dorong Profitabilitas
Plt. Direktur Utama Phapros, , menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari strategi transformasi bisnis yang dijalankan secara konsisten sepanjang 2025.
Baca juga: Kabar Pembatasan BBM Subsidi Bikin Resah, ESDM Akhirnya Buka Suara
“Spirit bangkit satukan tujuan membuahkan hasil positif. Perbaikan fundamental bisnis mendorong pertumbuhan penjualan di seluruh segmen dan mengembalikan profitabilitas perusahaan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Ida, strategi tersebut mencakup penguatan disiplin Sales and Operation Planning (S&OP), peningkatan kompetensi tim pemasaran, optimalisasi kerja sama distributor, penataan portofolio produk, serta efisiensi biaya secara menyeluruh.
Inovasi Produk Perkuat Pertumbuhan PT Phapros
Dari sisi inovasi, Phapros juga aktif mengembangkan produk baru untuk memperluas pasar. Salah satunya adalah peluncuran obat anti tuberkulosis (OAT) kategori 1 dosis harian yang mendukung program pemerintah dalam pengendalian TBC.
Selain itu, perseroan juga menghadirkan produk kesehatan pria dalam bentuk Orodispersible Film (ODF), yang menawarkan keunggulan dibandingkan sediaan konvensional.
Inovasi ini tidak hanya memperkuat portofolio produk, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan baru, termasuk melalui tender obat program pemerintah.
Optimistis Kinerja Berkelanjutan
Di tengah persaingan industri farmasi yang semakin ketat, Phapros menegaskan komitmennya untuk terus mendorong inovasi, digitalisasi, serta efisiensi operasional. Perusahaan juga memastikan pemenuhan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) sebagai bagian dari peningkatan kualitas produk.
Dengan fundamental bisnis yang semakin solid, manajemen optimistis kinerja keuangan perseroan akan terus tumbuh berkelanjutan serta mampu memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan. (***)

