Beritakota.id, Jakarta – Rumah Belajar Aset Bangsa Indonesia yang berada di bawah naungan Yayasan Hati Kita Serupa kembali menggelar kegiatan belajar mengajar rutin bagi anak-anak dari keluarga pemulung di wilayah Cilandak, Cikoko, dan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Program pendidikan alternatif ini dilaksanakan setiap hari Minggu pukul 16.00–18.00 WIB dan saat ini membina sekitar 75 anak dari keluarga prasejahtera. Pada setiap sesi pembelajaran, puluhan anak didik dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti kegiatan yang berfokus pada pengembangan literasi digital dan pemahaman kebudayaan.

Founder Yayasan Hati Kita Serupa, Hudson Elbert Sinaga, mengatakan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses pendidikan yang berkualitas dan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Anak-anak ini punya potensi luar biasa. Lewat Rumah Belajar, kami mau buktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk bermimpi. Setiap anak di sini berhak merdeka dalam berpikir untuk masa depannya sendiri,” ujarnya.

Kegiatan belajar mengajar didampingi oleh para relawan muda yang secara rutin hadir untuk membimbing dan mendukung proses pembelajaran. Metode yang digunakan dirancang secara interaktif dan menyenangkan, mulai dari permainan edukatif, praktik langsung, hingga proyek-proyek kreatif yang mendorong partisipasi aktif anak-anak.

Baca juga: Rumah Belajar Hamonangan Kita Semua Diluncurkan, Padukan Pembelajaran Digital dan Budaya Nusantara

Melalui pendekatan tersebut, Rumah Belajar Aset Bangsa Indonesia tidak hanya berupaya meningkatkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga menumbuhkan kreativitas, keberanian berekspresi, kemampuan berpikir kritis, serta rasa percaya diri.

Rumah Belajar Aset Bangsa Indonesia hadir sebagai ruang belajar alternatif yang aman, nyaman, dan inklusif bagi anak-anak dari keluarga marjinal. Di tengah kesibukan orang tua mencari nafkah, program ini menjadi tempat bagi mereka untuk belajar, bertanya, berkreasi, dan mengembangkan cita-cita tanpa rasa takut atau diskriminasi.

Yayasan Hati Kita Serupa juga mengajak masyarakat, komunitas, perusahaan, maupun para profesional untuk ikut berkontribusi dalam mendukung keberlangsungan program ini, baik melalui kegiatan kerelawanan, donasi buku dan perlengkapan belajar, maupun dukungan operasional lainnya.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Kami berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk bersama-sama menciptakan akses pendidikan yang lebih adil bagi seluruh anak Indonesia,” tambah Hudson.

Rumah Belajar Aset Bangsa Indonesia merupakan program pendidikan alternatif yang diinisiasi oleh Yayasan Hati Kita Serupa. Program ini berfokus pada pemberdayaan anak-anak dari keluarga marjinal melalui pembelajaran kreatif, pendampingan karakter, serta penyediaan akses pendidikan dan fasilitas belajar yang layak guna membantu mereka meraih masa depan yang lebih baik. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *