Beritakota.id, Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp13,03 triliun kepada pemegang saham. Nilai tersebut setara dengan 65 persen dari total laba bersih Rp20,04 triliun pada Tahun Buku 2025.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (9/3/2026).

Analis Politik Ekonomi dari Laboratorium Indonesia 2045 (Lab 45), Nadia Restu Utami, menilai kebijakan pembagian dividen ini menunjukkan upaya BNI menjaga keseimbangan antara memberikan keuntungan kepada investor sekaligus mempertahankan keberlanjutan bisnis perusahaan.

Menurut Nadia, payout ratio sekitar 65 persen menjadi indikator bahwa kinerja bank masih solid.

“Kebijakan ini memberi sinyal bahwa kinerja bank cukup kuat untuk memberikan return kepada investor,” ujar Nadia.

Ia menambahkan, porsi dividen tersebut tetap menyisakan ruang bagi laba ditahan yang penting untuk memperkuat modal perusahaan. Langkah ini dinilai strategis untuk mendukung ekspansi bisnis BNI di masa mendatang.

Dalam industri perbankan, lanjut Nadia, konsistensi pembayaran dividen juga menjadi indikator penting tata kelola perusahaan yang baik.

“Dalam sektor perbankan, konsistensi pembayaran dividen sering menjadi indikator stabilitas dan tata kelola yang baik, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan di tengah ketidakpastian global,” jelasnya.

Sementara itu, Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyampaikan bahwa keputusan pembagian dividen ini mencerminkan komitmen perseroan untuk memberikan nilai optimal bagi pemegang saham tanpa mengabaikan penguatan fundamental perusahaan.

“Keputusan strategis yang disepakati dalam RUPST ini merupakan bagian dari upaya menjaga kinerja berkelanjutan sekaligus memperkuat fondasi permodalan perseroan ke depan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.

Selain pembagian dividen, pemegang saham juga menyetujui alokasi 35 persen laba bersih atau sekitar Rp7,01 triliun sebagai saldo laba ditahan.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis serta memperkuat kapasitas permodalan BNI di tengah dinamika industri perbankan yang semakin kompetitif.

Kebijakan ini dinilai menjadi langkah strategis BNI untuk menjaga stabilitas perusahaan sekaligus mempertahankan kepercayaan investor di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tantangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *