Beritakota.id, Jakarta – Perayaan Imlek 2026 dimaknai secara istimewa oleh Sampoerna Academy. Sekolah pelopor pendidikan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts & Mathematics) sekaligus institusi multikultural ini tidak hanya merayakan keberagaman budaya dalam momen Lunar New Year, tetapi juga menghadirkan aksi sosial nyata bagi anak-anak pejuang kanker.

Bertepatan dengan peringatan Hari Kanker Anak Sedunia pada 15 Februari, Sampoerna Academy menyalurkan donasi hasil pertunjukan teater bertajuk “Mulan: An Inspired Adaptation” kepada Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Cabang Surabaya.

Teater Mulan Jadi Wadah Edukasi dan Aksi Sosial

Pertunjukan teater tersebut tidak sekadar menjadi panggung apresiasi bakat siswa. Sebagian hasil penjualan tiket didonasikan sebagai bentuk dukungan bagi anak-anak yang tengah berjuang melawan kanker. Inisiatif ini sekaligus menjadi implementasi nyata pendidikan karakter yang menanamkan empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.

Baca juga: Sampoerna Academy Gelar STEAM Expo 2026, Ratusan Inovasi Siswa Tawarkan Solusi Masa Depan

Perwakilan YKAKI Cabang Surabaya, Susi Khomariya, menyampaikan apresiasi atas langkah tersebut.

“Kami sangat terharu atas kepedulian Sampoerna Academy terhadap anak-anak pejuang kanker di YKAKI Cabang Surabaya. Kami bangga menyaksikan penampilan luar biasa siswa-siswi Sampoerna Academy Surabaya. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi pemimpin yang berkarakter dan mampu membawa dampak positif,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pembelajaran akademik, tetapi juga memahami bahwa nilai kepedulian harus diwujudkan dalam tindakan konkret. Sekolah meyakini bahwa kepemimpinan sejati lahir dari keberanian untuk peduli dan berdiri bersama sesama.

Selaras Nilai IGNITE dan Pendidikan Holistik

National Principal Sampoerna Academy Surabaya Grand Pakuwon, Maharsi Palupining Rini, menjelaskan bahwa kegiatan sosial ini selaras dengan nilai inti sekolah, yakni IGNITE (Integrity, Growth Mindset, Nobility, Innovation, Teamwork, Excellence).

Menurutnya, ketika siswa menyadari bahwa ada anak-anak lain yang tidak memiliki kesempatan yang sama karena sedang berjuang melawan kanker, perspektif mereka berubah.

“Kami ingin membentuk pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan integritas. Pertunjukan ini menjadi sarana berbagi kebahagiaan sekaligus harapan,” ungkapnya.

Perayaan Imlek dan Program Trilingual

Perayaan Lunar New Year rutin diselenggarakan di seluruh kampus Sampoerna Academy sebagai bagian dari program trilingual: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin. Program ini dirancang untuk membekali siswa dengan kemampuan komunikasi global, pemahaman lintas budaya, serta keterampilan adaptasi di lingkungan multikultural.

Berbagai kegiatan turut memeriahkan perayaan, mulai dari pertunjukan seni siswa, lokakarya budaya, hingga bazar. Khusus di kampus Surabaya, pertunjukan teater berskala besar melibatkan sekitar 450 siswa dalam proses produksi.

Selama persiapan, siswa belajar menghafal dialog, menyempurnakan koreografi, mengatur waktu antara akademik dan latihan, hingga membangun kolaborasi lintas kelas dan latar belakang. Proses ini menjadi bagian dari pembelajaran holistik yang menanamkan ketangguhan, keberanian, serta kerja sama tim.

Kisah Mulan yang diangkat dalam pertunjukan merefleksikan nilai keberanian, kepemimpinan, dan kemandirian—selaras dengan semangat perayaan Imlek tahun ini. Dengan pendekatan tersebut, perayaan Imlek di Sampoerna Academy tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter generasi masa depan yang peduli, resilien, dan siap menghadapi tantangan global. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *