Beritakota.id, Bandung – Satria Muda Pertamina Bandung belum berhasil mengamankan kemenangan pada laga pertama semifinal IBL GoPay 2026 setelah takluk 93-99 dari Bogor Hornbills di Bandung Arena.
Pada pertandingan tersebut, Satria Muda menurunkan Yudha Saputera, Sandy Ibrahim, Jalen Jones, Giorgi Bezhanishvili, dan Niven Antone Glover sebagai lima pemain starter. Tim tuan rumah sempat tertinggal hingga sembilan poin di awal laga, namun mampu merespons melalui kontribusi Jalen Jones.
Efektivitas serangan Satria Muda terlihat dari dominasi poin di area paint yang unggul 10-6 pada kuarter pertama. Meski berupaya memangkas ketertinggalan, Satria Muda belum mampu membalikkan keadaan dan menutup kuarter pertama dengan skor 21-26 untuk keunggulan Bogor Hornbills.
Memasuki kuarter kedua, Widyanta Putra Teja membuka perolehan poin bagi Satria Muda. Tim tuan rumah kemudian berhasil menyamakan kedudukan menjadi 35-35 sebelum berbalik unggul. Tembakan penting dari Niven Antone Glover turut membangkitkan semangat tim. Setelah berlangsung sengit dan diwarnai sejumlah pelanggaran, Satria Muda menutup babak pertama dengan keunggulan 47-43.
Pada kuarter ketiga, kedua tim tampil dengan tempo permainan tinggi. Beberapa peluang tembakan di awal kuarter gagal dimanfaatkan dengan maksimal. Satria Muda berusaha mempertahankan keunggulan, namun Bogor Hornbills mampu menyamakan skor menjadi 58-58 sebelum berbalik unggul. Kuarter ketiga akhirnya ditutup dengan skor 60-62 untuk tim tamu.
Memasuki kuarter penentuan, sorakan pendukung yang memadati Bandung Arena terus memberikan dukungan kepada Satria Muda. Namun situasi semakin sulit setelah Jalen Jones dan Abraham Damar Grahita harus mengakhiri pertandingan lebih cepat akibat foul out.
Hingga peluit akhir berbunyi, Satria Muda belum mampu membalikkan keadaan dan harus mengakui keunggulan Bogor Hornbills dengan skor akhir 93-99.
Secara statistik, Satria Muda unggul dalam rebound dengan catatan 47 berbanding 45. Tim juga mencatat akurasi field goal sebesar 42 persen (33 dari 77 percobaan), terdiri atas akurasi tembakan dua poin sebesar 50 persen dan tembakan tiga poin sebesar 32 persen. Selain itu, kontribusi pemain cadangan menghasilkan 20 poin dan 20 assist yang menjadi catatan positif bagi tim meski gagal meraih kemenangan.
Usai pertandingan, pelatih Satria Muda, Djordje Jovicic, memberikan evaluasi terhadap performa timnya.
“Selamat untuk Bogor, mereka memang tampil lebih baik malam ini. Kami membuka pertandingan terlalu lunak, terutama di kuarter pertama ketika dalam lima menit awal mereka mencetak poin dari tiga offensive rebound dan transisi cepat. Sepanjang laga kami berusaha menemukan ritme bertahan, tetapi tetap terlalu lunak dan memberi ruang besar di area tiga poin,” ujar Djordje.
Baca juga: Juan Laurent Kokodiputra Resmi Ditukar ke RANS Simba Bogor, Satria Muda Datangkan Dua Pemain Muda
Menurutnya, Satria Muda juga tampil kurang sabar dalam menyerang dan terlalu sering mengandalkan aksi individu.
“Di sisi ofensif, kami terlalu terburu-buru dan terlalu banyak bermain satu lawan satu tanpa kesabaran, sehingga tidak terlihat seperti sebuah tim. Jika ingin bersaing di final dan meraih gelar juara, kami harus tampil jauh lebih baik dengan energi yang lebih besar,” tegasnya.
Djordje menambahkan bahwa tim pelatih akan melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terkait agresivitas permainan dan pengelolaan foul yang berdampak pada rotasi pemain.
“Sebagai pelatih, saya bersama staf harus mendorong pemain agar lebih agresif karena performa seperti ini bukan gaya kami sepanjang musim. Di semifinal, kami dituntut lebih bertanggung jawab, serius, fokus, dan sabar dalam memanfaatkan setiap peluang,” katanya.
Sementara itu, Abraham Damar Grahita menilai kekalahan tersebut lebih disebabkan oleh faktor karakter dan energi tim dibandingkan persoalan strategi.
“Kredit untuk Bogor Hornbills yang berhasil mengambil game pertama. Mereka menunjukkan keinginan lebih besar untuk menang hari ini, sementara kami harus bisa menunjukkan karakter yang tepat agar mampu bangkit di game berikutnya,” ujar Abraham.
Ia juga menyesalkan dirinya harus meninggalkan pertandingan lebih awal akibat foul out.
“Saya rasa ini bukan soal strategi, melainkan soal diri kami sendiri. Kami tidak menunjukkan karakter, tidak menunjukkan energi, dan mereka bekerja lebih keras dari kami. Itu menjadi pelajaran berharga untuk ke depannya. Saya juga menyesalkan harus keluar karena foul, seharusnya tidak terjadi seperti itu,” tutupnya.
Satria Muda Pertamina Bandung akan kembali menghadapi Bogor Hornbills pada laga berikutnya yang dijadwalkan berlangsung di Bandung Arena pada 7 Juni 2026. Kemenangan menjadi target utama bagi tim tuan rumah untuk menjaga peluang melaju ke babak final IBL GoPay 2026. (***)

